60 Detik Doa di Hari Jumat Gerakan Bersama Lawan Covid-19

Machfur Arifin.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Berangkat dari keresahan akan tingginya kasus Covid-19 di Surabaya itu, bakal calon wali kota (bacawali) Surabaya Machfud Arifin ingin ada gerakan masif dari seluruh elemen masyarakat Surabaya. Gerakan masif itu bertujuan untuk mengingatkan Covid-19 ini musuh bersama. Harus diperangi bersama-sama.

Salah satu gerakan yang ingin diinisiasi Machfud Arifin adalah lewat upaya preventif. Yakni mengingatkan masyarakat bahwa Covid-19 ini memang ada. Menjadi musuh bersama. Jumlah kasusnya makin bertambah. Angka kematiannya terus meningkat. Bukan sebuah isu konspirasi.

Machfud Arifin ingin di hari tertentu masyarakat Surabaya memanjatkan doa bersama. Berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Sejenak berhenti dari segala aktivitas. Machfud Arifin mengusulkan agar gerakan itu dilakukan tiap Jumat.

“Selama ini hari Jumat itu dianggap hari penuh berkah. Bagaimana kalau tiap Jumat kita sepakati waktunya untuk berhenti semenit saja memanjatkan doa agar Covid-19 ini segera bisa kita atasi bersama. Juga untuk saling mengingatkan jaga protokol kesehatan,” ujar Machfud Arifin pada acara diskusi rutin dengan awak media.

Gerakan itu mengingatkan masyarakat Surabaya akan aksi mengheningkan cipta selama 60 detik tiap peringatan Hari Pahlawan. Yang kini gerakan itu sendiri juga mulai pudar.

“Mari kita ibaratkan perlawanan melawan Covid-19 ini sebagai perlawanan kakek-buyut kita dulu pada sekutu. Dulu para pejuang kita bisa karena bersatu. Oleh karena itu kita juga harus lakukan cara yang sama. Kalau eker terus ya kita tidak akan menang lawan musuh,” jelas mantan Kapolda Jatim itu.

Machfud ingin gerakan ini tumbuh dari kesadaran komunitas-komunitas yang ada di Surabaya. Kemudian didukung penuh oleh keterlibatan forum komunikasi pimpinan daerah. Mulai dari tingkat provinsi sampai kota.KBID-NAK