Cegah Panic Buying, John Thamrun Sarankan Disperindag Lakukan OP di 31 Kecamatan

Warga serbu OP di Kelurahan Tanjungsari.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Antisipasi panic buying kebutuhan sembako dampak merebaknya virus corona (Covid-19) DPRD Kota Surabaya meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya melakukan operasi pasar (OP) di 31 kecamatan Surabaya.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Jhon Thamrun mengatakan, operasi pasar yang dilakukan Disperindag Surabaya diharapkan mampu membantu kebutuhan masyarakat Surabaya.

“Karena harga yang ada pada OP Disdag ini sangat murah. Jadi harapannya di Kota Surabaya tidak terjadi panic buying oleh masyarakatnya,” Kata Jhon Thamrun saat ditemui di OP Kelurahan Tanjungsari, Kamis (19/3).

Thamrun menjelaskan, percuma dilakukan panic buying sebab stok sembako di Surabaya masih berlimpah.

“Jadi kami sarankan masyarakat tidak perlu lakukan panik buying dan lakukan pembelian sesuai kebutuhan saja,” terang Thamrun.

Untuk itu, lanjutnya, mengingat dan melihat antusias warga menyerbu operasi pasar di Kelurahan Tanjungsari.

“Kami minta Disperindag tidak berhenti melakukan OP di sini saja. Namun harus melakukan di 31 kecamatan di wilayah Surabaya dengan harapan bisa mengontrol daripada harga di pasar, sehingga tidak terjadi lonjakan-lonjakan harga,” imbuhnya.

Ada asumsi informasi terjadi penimbunan sembako di Surabaya. Thamrun meyakini tidak ada penimbunan di Surabaya. Sebab Disperindag Surabaya sebelumnya sudah melakukan razia dan sidak di beberapa titik pergudangan yang awalnya dicurigai melakukan penimbunan.

“Tapi temuan dilapangan bahwa tidak ada penimbunan sama sekali. Lonjakan harga sembako ini semata-mata suplay dengan permintaan sembako tidak berimbang. Jadi permintaan lebih banyak daripada suplayernya. Oleh karenanya Disperindag sudah melakukan koordinasi dengan suplayer dan pabrikan-pabrikan gula untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya,” tukas dia.

Tipa Kusuma warga Kelurahan Tanjungsari Jaya mengaku, dengan adanya operasi pasar di Kelurahan Tanjungsari sangat membantu warga.
“Otomatis harganya memang sangat murah dan sangat membantu rakyat kecil. Kami harap OP ini sering-sering dilakukan dan sembakonya disediakan lebih banyak agar semua warga rata merasakannya,” ucap Tipa.

Merebahnya Covid-19 di Surabaya, kata Tipa, warga Kelurahan Tanjungsari belum melakukan panic buying.
“Saya kira itu informasi atau pemberitaan yang dibesar-besarkan di media. Kalau kita memakai akal sehat, saya kira tidak seperti paranoid dan ketakutan.

Kabid Distribusi Disperindag Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, operasi pasar di wilayah kelurahan tanjung sari surabaya ini untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditi tiga (3) kebutuhan bahan pokok

“Seperti gula, telur, dan bawang putih yang merupakan perioritas kami (Disperindag),” ujar Trio.

Untuk gula, Kata Trio, dijual sesuai dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.200/Kg, dan untuk telur dijual Rp 22.700/ Kg, sedangkan bawang putih Rp 11.000/Kg.

“Intinya kenapa diadakan operasi pasar ?,” katanya.

 

Menurut Trio, untuk menstabilkan harga pasar, karena harga gula diluar semakin tinggi sehingga memberatkan warga kota

 

“Untuk itu, pemkot hadir diadakan operasi pasar agar harga harga pasar kembali normal dan stabil,” ungkapnya.

Operasi pasar di kecamatan Suko Manunggal kelurahan tanjung sari ini menyediakan 1,5 Kwintal dibagi setiap kecamatan namun dirasa sedikit.

“Tapi antusiasme warga sejak jam 09.00 pagi ludes dalam waktu 30 menit untuk gula,” terangnya.

Komiditi gula, Trio menjelaskan, sangat laris pada saat operasi pasar digelar.

“Sesuai perintah ibu walikota operasi pasar digelar di 31 kecamatan dan ini sudah putaran ke 3 nanti kita teruskan pada 23 maret di 31 kecamatan harus habis,” paparnya.

Tujuan operasi pasar ini untuk membantu warga dalam mendapatkan komoditi gula dengan harga dibawah pasar.

“Tujuan utamannya membantu warga untuk mendapatkan komoditi kebutuhan bahan pokok dengan harga dibawah pasar,” pungkas dia KBID-DJI