Diduga Ada Kesalahan SOP, Dinkes dan BPBD Linmas Harus Minta Maaf

Asrama Haji Surabaya jadi salah satu lokasi karantina Covid-19.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Carut-marut penanganan Covid-19 Kota Surabaya kian mengemuka. Terlebih adanya dugaan kejanggalan dalam penyampaian data dan pemulangan warga yang diisiolasi oleh Pemerintah Kota.

Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kecamatan Tegalsari Surabaya mendesak pihak Dinas Kesehatan dan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Linmas Surabaya bertanggung jawab dan meminta maaf.

“Ini kesalahan sudah fatal. Pertama kesalahan prosedur penyampaian data. Kedua soal perintah pemulangan. Jelas SOP dilanggar,” kata Koordinator Pekerja Sosial Masyarakat Kelurahan Kedungdoro Surabaya, Maria Rusalin.

Dikonfirmasi via ponselnya, Kamis (4/6/2020), Maria menyayangkan pelanggaran tersebut.”Ini _Trewelowelo_ nyata kesalahannya. Dari data negatif tiba-tiba berubah positif, lalu perintahnya dipulangkan,” ungkapnya.

Ia menyatakan pihaknya melakukan investigasi terkait kejadian pelanggaran SOP ini.”Iya ini ada yang janggal. Kalau memang salah Dinkes Surabaya dan BPBD Limmas harus mengakui, jangan saling lempar,” ungkap Maria.

Diketahui, sebanyak 15 warga Kedung Turi, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari Surabaya dipulangkan dari isolasi di sebuah hotel kawasan Gubeng Surabaya, Sabtu pekan kemarin.

Proses pemulangan belasan warga ini dikawal dan difasilitasi oleh BPBD Linmas dan Satpol PP Surabaya.

Warga yang terlanjur bahagia dibuat berkecamuk keesokan harinya. Sebab, Puskesmas Kedungdoro Surabaya mengabarkan lima dari belasan warga positif Covid-19.

“Ini ada dugaan kejanggalan,” kata Maria. Sebab, persoalan pemulangan tersebut sempat dikabarkan bahwa warga Kedung Turi telah negatif dan atas arahan BPBD Linmas untuk dipulangkan.”Seharusnya ada larangan dari Dinkes jika memang swabtes belum keluar untuk jangan pulang dulu,” imbuhnya.

Dugaan pelanggaran tersebut juga terungkap beredarnya bukti percakapan konfirmasi yang dilakukan oleh salah satu jurnalis kepada Wakil Sekertaris Gugus Tugas Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widianto.

Dalam konfirmasinya, Irvan menyatakan jika 15 warga RT 04, RW 08 Kedung Turi Surabaya telah dipulangkan.”Hasil swab negatif. Sudah dipulangkan semua,” kata alumni STPDN ini.KBID-DJI