
KAMPUNGBERITA.ID-Forum Ahlul Halli Wal ‘Aqdi (AHWA) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031. Dengan demikian, Gus Kikin, sapaan KH Abdul Hakim Mahfudz, menggantikan KH Yahya Cholil Staquf yang menjabat sejak 2022.
Penetapan tersebut dilakukan melalui musyawarah mufakat oleh sembilan kiai anggota AHWA dalam sidang tertutup di Ndalem Kasepuhan, kediaman KH Abdul Wahab Chasbullah, kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026) pagi.
Keputusan AHWA kemudian diumumkan kepada ribuan peserta Muktamar ke-35 NU dalam sidang pleno. Anggota AHWA, KH Anwar Iskandar membacakan langsung berita acara penetapan tersebut. “Rapat yang kami laksanakan tadi pagi ada sebuah musyawarah mufakat yang merupakan pelaksanaan mandat dari keputusan muktamar. Terkait memilih dan menetapkan Ketua Umum PBNU,” kata KH Anwar Iskandar.
Menurut dia. mekanisme tersebut menjadi sejarah baru bagi NU karena untuk pertama kalinya pemilihan Ketua Umum PBNU dilakukan melalui musyawarah AHWA. “Ini adalah mekanisme yang pertama kita lakukan dalam kepengurusan atau pemilihan kepengurusan di PBNU,” ujar dia.
KH Anwar Iskandar mengatakan, sidang AHWA diawali dengan pembacaan Ummul Quran oleh KH Anwar Manshur. Rapat kemudian ditutup dengan doa. Prosesi tersebut dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar para ulama untuk memohon petunjuk dalam menentukan kepemimpinan NU periode lima tahun mendatang.
Dalam sidang tersebut, sembilan anggota AHWA membahas lima nama calon Ketua Umum PBNU yang telah lolos verifikasi administrasi dan memperoleh persetujuan tertulis dari Rais Aam PBNU terpilih. Kelima nama tersebut adalah KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin),KH Zulfa Musthofa, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin).
Setelah mempertimbangkan kualifikasi dan aspek keorganisasian dari kelima calon, AHWA akhirnya mencapai kesepakatan.
“Anggota AHWA secara mufakat memutuskan memilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin,” ujar KH Anwar Iskandar.
Nama Gus Kikin sebelumnya juga menjadi kandidat dengan perolehan suara terbanyak dalam proses penjaringan bakal calon Ketua Umum PBNU. Dari total 2.397 suara yang masuk dari pengurus wilayah dan cabang NU se-Indonesia, Gus Kikin memperoleh 472 suara.
Penetapan tersebut sekaligus melengkapi struktur kepemimpinan baru PBNU hasil Muktamar ke-35 NU. KH Miftachul Akhyar telah ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU, sedangkan Gus Kikin dipercaya memimpin PBNU sebagai Ketua Umum untuk masa khidmah 2026-2031. KBID-BE
