
KAMPUNGBERITA.ID-Menjelang Muktamar PPP yang rencananya digelar akhir September 2025, DPW PPP Jatim menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang diikuti 38 DPC PPP se-Jatim di Hotel Vasa, Minggu (29/6/2025) malam.
Ketua DPW PPP Jatim, Hj. Mundjidah Wahab mengatakan, rakorwil ini sebagai momentum untuk mengkonsolidasikan kekuatan dari 38 DPC PPP se-Jatim yang menginginkan adanya perubahan di posisi ketua umum.
“Para DPC PPP se-Jatim yang memiliki hak suara di muktamar kita kumpulkan untuk menjaga kekompakan dan soliditas dalam satu barisan dan satu komando, biar mereka tidak maju sendiri-sendiri. Ini penting agar kita bisa mendapatkan pemimpin yang dapat membesarkan PPP dan bisa kembali ke Senayan (DPRD RI),”ungkap dia.
Mundjidah menyebut Jatim memiliki jumlah cabang (DPC) terbesar di seluruh Indonesia, sehingga punya potensi yang sangat luar biasa untuk mengusung agenda perubahan di muktamar.
Ditanya kondisi DPW PPP Jatim menjelang muktamar? Mundjidah mengaku bersyukur PPP Jatim masih solid. Bahkan, semua pengurus kompak dan satu barisan menyuarakan perubahan.
“Makanya, kami memantapkan dan menjaga kekompakan agar tidak ada satu daerah (DPC) pun punya suara lain. Kita harus satu komando,” tegas dia.
Mantan Bupati Jombang ini menyebut sampai sekarang ini masih belum ada kandidat yang akan didukung. Jika toh ada tentu akan disimpan rapat-rapat lebih dulu. “Masak diumbar di sini, nanti mambu angin. Itulah yang kita lakukan hari ini. Tidak ada arahan untuk satu calon pun,”tandas dia.
Soal nama Amran Sulaiman yang mencuat dan disebut-sebut calon kuat ketua umum, Mundjidah menegaskan, jika sampai hari ini DPW PPP Jatim belum mengarah ke siapa-siapa. Semua masih menunggu perkembangan dari DPP. “Jadi kita tidak bisa mengarah kemana-mana dulu,”elak dia.
Di sisi lain, Mundjidah juga menyampaikan jika Rakorwil DPW PPP Jatim, selain sebagai ajang konsolidasi kekuatan menjelang muktamar, juga untuk mempersiapkan administrasi DPC-DPC di Jatim untuk persiapan verifikasi Pemilu 2029.
Ke depan, dia berharap PPP Jatim tetap solid dan kursinya bertambah. “Banom-banom (Badan Otonom) pun sudah mulai kita gerakkan,”terang mantan anggota DPRD Jatim ini.

Sementara terkait persiapan Muktamar PPP 2025, Sekjen DPP PPP Arwani Thomafi mengaku kepanitiaan sudah ada (terbentuk). Hanya saja untuk tempat pelaksanaan muktamar masih belum dipastikan, apakah di Jakarta atau di tempat lain.
“Kalau waktu pelaksanaan kira-kira September 2025, cuma tempatnya masih akan dipastikan dan disampaikan segera,” jelas dia.
Terkait 20 DPW se-Indonesia, termasuk DPW PPP Jatim yang menginginkan adanya perubahan atau pergantian ketua umum, Arwani Thomafi mengatakan, soal pergantian ketua umum memang itu menjadi salah satu agenda dari muktamar. Bahkan, dia menyebut ada tiga hal yang akan disiapkan dalam muktamar nanti.
Pertama soal teknis, yakni teknis pelaksanaan. Bagaimana panitia memfasilitasi para peserta muktamar dari DPC (Kabupaten/Kota), DPW (Provinsi) dan DPP (Pusat) agar bisa melaksanakan muktamar dengan baik.
Kedua, materi. Soal materi muktamar ini terdiri dariĀ Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART). Panitia sudah mendengar banyak masukan terkait penyempurnaan AD-ART, perubahan, penambahan atau pengurangan dan lain sebagainya.
“Ini semua memang penting untuk menjadi landasan kinerja dari partai ke depan dan landasan dalam membuat kebijakan,”ungkap dia
Selain AD-ART, adalah khittah perjuangan. Bagaimana cara baca PPP terhadap membangun bangsa ini berkhidmah terhadap umat ini seperti apa. Apa yang harus diubah atau disempurnakan dan lain sebagainya. “IniĀ juga sangat penting sebagai kacamata bagi PPP untuk memandang bagaimana membangun bangsa dan khidmah (pengabdian) kepada umat, mensejahterakan rakyat, ” beber dia.
Selanjutnya, rekomendasi-rekomendasi yang lain harus disiapkan oleh muktamar terhadap persoalan atau dinamika kemasyarakatan, kebangsaan, dan keumatan.
Ketiga, lanjut Arwani Thomafi adalah soal menyusun kepengurusan DPP yang terdiri dari ketua umum dan jajarannya.
Ditanya soal kandidat ketua umum, dia enggan menyebutkan secara terbuka. Semua diserahkan kepada 672 pemilik suara di muktamar nanti.
“Siapapun kader PPP boleh mengikuti tahapan ini. Nama-nama atau siapa yang sekarang ini dimunculkan, kami belum bisa sampaikan. Nanti saja ya. Justru yang pas tanyakan saja kepada teman-teman DPC yang punya suara, siapa calon pilihannya?”elak dia.
Apakah ingin perubahan di tubuh PPP? “Ya monggo saja ditanyakan kepada pemilik suara,” pungkas dia. KBID-BE
