Jelang Pilwali Kediri, Gambar Ketua PCNU dan Ansor ‘Dibajak’

Gambar Pengurus Cabang GP Ansor Kota Kediri yang diyakni hoax beredar jelag Pilwali

KAMPUNGBERITA.ID – Mendekati Pemilihan walikota dan wakil walikota Kediri, beredar gambar Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Kediri, KH. Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab. Gambar Gus Ab ‘dibajak’ orang tak dikenal dengan disandingkan dengan salah satu pasangan calon.

Menyikapi hal itu, dirinya hanya mengucapkan terimakasih, lantaran gambarnya sudah menjadi viral di media sosial. “Terimakasih bagi yang sudah memviralkan gambar tersebut , saya jadi terkenal,” kata Gus Ab. Menurutnya, perihal gambar dirinya yang menjadi viral dengan salah satu Paslon Walikota Kediri nomor urut 1, bisa diartikan sebagai gambar Hoax. ” Itu gambar hoax ” imbuhnya.

Untuk itu, Gus Ab juga mengucapkan terimakasih kepada wartawan sebelum menaikan berita, meminta klarifikasi pada dirinya. “Saya juga berterimakasih pada media sebelum menaikan berita, mengklarifikasi pada saya,” ucapnya.

Dia menghimbau kepada warga NU Kota Kediri bersikap netral dalam Pilwali yang diselenggarakan pada 27 Juni 2018 mendatang. Gus Ab berharap, nahdliyin memilih sesuai hati nurani masing masing.

“Ya, berharap warga NU kota Kediri Netral dalam Pilwali mendatang,” pungkas Gus Ab

Selain berseliweran gambar Ketua PCNU, gambar hoax ternyata juga dialami oleh Gerakan Pemuda Ansor Kota Kediri. Gambar hoax tersebut juga banyak beredar di kalangan media dan juga publik melalui sosial media.

Bagus Wibowo yang menjadi Ketua LBH Ansor Kota Kediri mengatakan, jika gambar yang beredar di publik melalui media apapun tersebut adalah Hoax. “Gambar pemuda Ansor kota Kediri yang berfoto dengan salah satu Paslon tersebut adalah Hoax,” ungkap Bagus.

Atas kejadian-kejadian tersebut GP Ansor Kota Kediri mengeluarkan beberapa pernyataan sikap diantaranya menytakan bahwa gambar yang beredar yang memuat konten dukungan terhadap salah satu Paslon Pilwali Kota Kediri adalah tidak benar dan diduga gambar tersebut adalah palsu (editan) atau Hoak.

GP Ansor Kediri juga menegaskan, GP Ansor Kota Kediri belum pernah memberikan dukungan kepada salah satu Paslon Pilwali di Kota Kediri.

”Gerakan Pemuda Ansor Pengurus Cabang Kota Kediri sebagai salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama berprinsip bahwa organisasi Nahdlatul Ulama dan Badan Otonomnya tidak terlibat pada politik praktis, hal tersebut sesuai dengan khitah 1926,” bunyi pernyataan sikap tersebut.

Selain itu, LBH Ansor Kota Kediri menghimbau agar gambar-gambar yang beredar agar tidak disebarkan pada khalayak ramai, oleh karena gambar-gambar tersebut adalah gambar palsu (editan) Hoak.

”Bahwa apabila hal yang kami sebutkan sebagaimana pada poin 4 tidak di indahkan, maka kami akan melakukan upaya hukum terhadap siapa saja yang dengan sengaja ikut serta menyebarkan gambar tersebut,” kata Bagus Yang juga berprofesi sebagai Pengacara. KBID-KED