KampungBerita.id
Kampung Raya Teranyar

Kasus Buronan Korupsi Bulog Jatim Rp 1,7 M Dilimpahkan ke Kejari Mojokerto

Sigit Hendro Purnomo (rompi oranye) saat dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto. @KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID – Kejaksaan Tinggi Jatim melimpahkan tersangka kasus korupsi Bulog Jatim senilai Rp 1,7 miliar Sigit Hendro Purnomo dan berkas perkaranya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto.

Sigit yang mengenakan rompi oranye langsung dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Kota Mojokerto di Jalan Taman Siswa, Rabu (12/6).

Mantan Kasi Kemersil dan Pengembangan Bisnis Industri Bulog Sub Divre Wilayah Surabaya Selatan itu mendekam di lapas sampai 20 hari ke depan.

Tersangka dijerat Pasal 2 Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,636 miliar.

Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melimpahkan tersangka dan berkas ke Kejari karena perkaranya masuk wilayah Kabupaten Mojokerto. Pihak kejaksaan saat ini masih mengusut dugaan keterlibatan aktor lain dalam kasus korupsi di Bulog Jatim Sub Divre Wilayah Surabaya Selatan tersebut.

“Kami meyakini paling tidak dia bersama-sama,” kata Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto, Rudy Hartono.

Untuk diketahui, kasus korupsi yang menjerat Sigit Hendro Purnomo terjadi pada tahun 2017-2019. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Sigit sempat melarikan diri dan ditetapkan sebagai buron (DPO). Pelarian warga Jalan Layur Blok D-11, Mojokerto ini selama setahun akhirnya berhenti setelah tim Intel Kejati Jatim membekuknya di Bandung pada, Kamis (21/3) lalu.

Diduga Kasi Komersial dan Pengembangan Bisnis Perum Bulog Sub Drive Surabaya Selatan di Mojokerto, Sigit selama menjabat ia tidak menyetor uang pembayaran dari konsumen ke ke rekening Bulog.

Sigit menggelapkan uang senilai total Rp 1,7 miliar dari hasil penjualan di pasar umum sebesar Rp 91.140.000, jagung sebesar Rp 800 juta serta selisih stok gula sebanyak 10.118 kg senilai Rp 126.475.000. Juga Piutang Rumah Pangan Kita (RPK) sebesar Rp 618.675.000 ditampung di rekening pribadinya.

Tertangkapnya Sigit juga melegakan beberapa pihak. Sebab selain buron Kejati Jatim, Sigit diketahui juga merupakan buron Polda Jatim.

Beberapa BUMD seperti Puspa Agro dan pihak lain telah melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan Sigit senilai Rp 13 miliar. “Sigit juga lagi dicari pihak Polda karena ada kasus penipuan dan penggelapan beberapa rekanan Bulog Jatim senilai Rp 13 Milyar lebih,” kata Asipidsus Kejati Jatim, Didik Farkhan. KBID-FFA

Related posts

PBNU Sebut Pembunuhan Pekerja di Papua Kejahatan Kemanusiaan

RedaksiKBID

Kacabdindik Bojonegoro Tuban Dukung Gerakan Kantin Halal bersama LP3H KAHMI

DJUPRIANTO

Santunan Kematian Covid-19 Ditiadakan, Nasib 319 Ahli Waris di Surabaya Perlu Pehatian

RedaksiKBID