Lumpia Stadion Pengganjal Perut Nomor Satu Bonekmania saat Berada di Tribun

Sembari menikmati jalanya pertandingan, beberapa suporter menikmati lumpia di bangku
tribun Stadion GBT.

KAMPUNGBERITA.ID – LUMPIA..lumpia..lumpia…, teriakan penjual lumpia tak kalah nyaring dibanding teriakan para suporter Persebaya Bonekmania saat berlaga perdana di Piala Presiden 2018 melawan PS TNI di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), kemarin (18/1).

Teriakanya yang khas membuat para Bonekmania tak asing dengan para penjual lumpia yang selalu setia hadir setiap Persebaya berlaga, baik saat masih berlaga di Stadion Tambaksari Surabaya maupun di GBT. Selain lumpia, sejumlah pedagang lain seperti kopi,

air mineral, mi isntan dan lainya pun tampak hilir mudik dengan tertib menawarkan barang daganganya di tengah suasana pertandingan yang riuh dengan teriakkan suporter.

Sekadar diketahui, keberadaan lumpia yang kemudian akrab disebut Lumpia Stadion cukup memiliki tempat di hati para suporter. Bahkan para pedagang Lumpia Stadion kerap menjadi penghibur para suporter saat laga berjalan tegang.

Irfan salah satu penjual lumpia yang rutin hadir saat laga Persebaya berlangsung mengatakan, harga yang dipatok untuk satu buah lumpia bergantung para kelas laga yangsedang digelar.

”Kalau laga keras (big match) harganya bisa mencapau Rp 5 ribu sampai 6 ribu per biji, kalau laga endek-endekan (biasa) paling mentok Rp 4 ribu per biji,” katanya.

Irfan juga mengatakan, secara umum suporter saat membeli daganganya tertib tidak ada masalah. Kecuali, kata dia, saat pertandingan berjalan panas kadang dirinya sampai tidak tahu siapa saja yang membeli lumpianya.

”Namanya ikut menyukseskan Persebaya mas, tidak masalah, kita senang saja,” katanya.

Rahman salah satu suporter mengaku cukup tertolong para penjal Lumpia Stadion saat lapar melanda di tribun. ”Kalau harus keluar stadion repot, lumpia ini yang jadi ‘sasaran’,” katanya.

Menurutnya, keberadaan para penjual lumpia kerap mencuri perhatian suporter dengan teriakan-teriakan yang khas. ”Tapi justru itu mengurangi ketegangan suporter saat laga berjalan tegang,” katanya.

Ketenaran Lumpia Stadion tidak hanya diakui para suporter Bonekmania. Konsulat Jenderal Australia di Surabaya Chris Barnes pun terkesima. Dia yang sempat menyaksikan laga Persebaya bersama putrinya, Phoebe, dan stafnya, Matthew Smith, benar-benar menikmati laga tersebut terlebih dengan suguhan Lumpia Stadion yang cukup terkenal.

Adalah Presiden Persebaya Azrul Ananda mengajak mereka menikmati lumpia. Azrul bercerita bahwa lumpia yang disuguhkan itu dibeli dari pedagang yang kerap berjualan di kandang lama Persebaya, Gelora 10 Nopember.

Keberadaan Lumpia Stadion dan sejumlah pedagang lainya tampaknya selaras dengan tujuan gelaran Piala Presiden 2018 kali ini.

Turnamen yang sudah bergulir sejak 16 Januari 2018 tersebut selain mengutamakan kualitas pertandingan, sektor ekonomi kerakyatan juga menjadi perhatian Piala Presiden. Hal tersebut tertuang di dalam salah satu dari enam visi dan misi Piala Presiden 2018.

“Visi keenam itu ada ekonomi kerakyatan, bagaimana pedagang di sekitar stadion bisa ikut merasakan hasil dari perhelatan Piala Presiden,” ujar anggota Organizing Comittee Piala Presiden 2018, Risha Adi Wijaya, Kamis (18/1).

Selain visi ekonomi kerakyatan, Piala Presiden kali ini juga menjunjung transparansi keuangan. Salah satu wujud nyatanya adalah dengan menunjukkan pendapatan panitia penyelenggara saat memasuki menit 75.

Sementara saat laga perdana di Stadion GBT kemarin, pemain anyar Ferinando Pahabol menyelamatkan Persebaya Surabaya dari kekalahan di Grup C Piala Presiden 2018. Gol mantan pemain Persipura Jayapura ini membawa Persebaya bermain imbang 1-1 melawan PS TNI.

Persebaya harus bermain dengan sepuluh orang setelah kiper Miswar Saputra menerima kartu merah langsung dari wasit Novari Ihsan pada menit ke-16. Miswar dianggap menyentuh bola di luar kotak penalti ketika berusaha menghentikan laju Elio Bruno Martins.

Persebaya harus mengorbankan bek kanan Abu Rizal Maulana untuk digantikan penjaga gawang cadangan pada menit ke-19. Kalah jumlah pemain tak membuat Persebaya mengendurkan serangan. Mereka mengancam gawang PS TNI lewat aksi Rishadi Fauzi dan Otavio Dutra.

Tim tamu juga tak tinggal diam. Mereka mengkreasi dua peluang emas dari Manahati Lestusen dan Elio. Sontekan Manahati melenceng di kiri gawang Persebaya. Sedangkan tendangan jarak dekat Elio berhasil digagalkan Dimas Galih. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan PS TNI membuahkan gol pada menit ke-68. Adalah kapten tim Manahati Lestusen yang sukses menggetarkan gawang Persebaya setelah memaksimalkan umpan silang Ahmad Nufiandani.

Persebaya akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-77 lewat aksi pemain anyar Ferinando Pahabol. Tendangan keras kaki kirinya sempat membentur mistar sebelum memantul masuk ke gawang PS TNI yang dikawal Teguh  Amiruddin.KBID-NAK