Maju Pilwali, Reni: Menimbang Sudah, Tinggal Mengukur

Reni Astuti.@KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID– Nama Reni Astuti diam-diam banyak mendapat perhatian di kalangan birokrasi Pemkot Surabaya untuk maju dalam bursa Pemilihan Walikota Surabaya 2020 mendatang. Saat ini, Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut tengah bertarung di internal PKS untuk mendapatkan tiket maju dalam Pilkada Surabaya.

Pada pemilihan internal PKS tahap satu, Mbak Reni, demikian dia akrab disapa, menduduki peringat pertama dari sejumlah nama yang muncul. Dan pada tahap kedua yang digelar Minggu (8/12), Reni harus bersaing dengan nama-nama beken di internal PKS seperti Sigit Sosiantomo, Ahmad Jabir, termasuk Ketua DPD PKS Surabaya sendiri yakni Ahmad Suyanto.

Reni yang pada periode DPRD Sebelumnya duduk di Komisi D memang cukup lekat di hati masyarakat Surabaya. Maklum, tupoksi Komisi D yang banyak berhubungan dengan kepentingan masyarakat terutama sektor pendidikan membuatnya harus sering-sering turun ke lapangan. Dan kini, saat dirinya duduk di pimpinan dewan, banyak masyarakat berharap Reni maju dalam Pilwali Surabaya.

”Banyak yang mendukung dan saya sering menimbang-nimbang sendiri,” katanya.

Menurutnya, menimbang sangat penting lantaran menjadi pimpinan nantinya tidak mungkin bisa memenuhi keinginan semua lapisan masyarakat. Makanya, kata dia, diperlukan sikap tegas dalam menjalankan tugas.

”Ada kelemahan saya yang dari dulu tidak bisa disingkirkan, yakni terlalu akomodatif. Padahal jadi pemimpin tidak mungkin mengakomodasi semua kepentingan masyarakat, harus ada ketegasan. Dan ini saya sedang belajar,” katanya.

Pertimbangan-pertimbangan tersebut, kata dia, semakin mantap ketika dirinya beberapa kali bertemu dengan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya yang menyambut baik kabar adanya Pemilu Internal PKS untuk menentukan calon wali kota Surabaya. ”Mereka mendukung, dan barharap saya siap melanjutkan kebaikan-kebaikan Bu Risma (Wali Kota Surabaya saat ini),” katanya.

Langkah selanjutnya, kata Mbak Reni, tinggal mengukur kapabilitas dirinya di mata masyarakat. ”Menimbang sudah, tinggal mengukur,” ujarnya. KBID-NAK