Nyatakan Patuhi Aturan Kampanye, Mujiaman: MAJU Komitmen Bangun Seni Budaya yang Tertinggal

Machfud Arifin dan Mujiaman menjawab pertanyaan wartawan usai Deklarasi Kampanye Damai.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya, Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno (MAJU) berkomitmen taat kepada asas dan aturan kampanye dalam Deklarasi Kampanye Damai yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya di Hotel Singgasana.

“Saya tidak ingin kampanye, saya hanya ingin menjalankan komitmen taat kepada asas dan aturan yang dibuat KPU, kepada pemilihan yang bermartabat dan sehat, dan kepada apa yang disampaikan pak Kapolri yang sudah tertanam dimana-mana, itu akan saya patuhi,” ucap Machfud Arifin.

Dalam kampanye damai tersebut, Cak Machfud sapaan akrab Machfud Arifin berharap Surabaya menjadi kota yang lebih maju dan warga Surabaya dapat hidup lebih sejahtera serta makmur kedepannya.

“Saya hanya ingin berdoa, semoga orang-orang Surabaya naik kelas to the next level of Surabaya, semoga dengan loncatan 2, 4, 8 bila perlu naik lift untuk bisa mengejar ketertinggalan dari kota-kota lain. Semoga warga Surabaya tidak ada lagi yang tidur di kuburan, masak di Kuburan, dan punya jamban semua,” harap Cak Machfud.

Mantan Kapolda Jawa Timur ini mengaku sedih dan prihatin terhadap kondisi Surabaya saat ini, dirinya berkomitmen akan memajukan Kota Surabaya dan memakmurkan rakyatnya.

“Sungguh sedih dan prihatin, Surabaya yang sudah berumur 727 tahun masih banyak yang buang kotoran disungai. Dari 81 pasar di Surabaya tinggal 61, dan sekarang tinggal 57, yang mati suri 15. Tidak satupun cabang olahraga Sea Games dan Asean Games yang dipertandingkan di Surabaya,”tukas Cak Machfud.

Sedangkan Cawawali Mujiaman ketika ditanya kenapa memakai kostum kesenian budaya. Mujiaman mengaku, dirinya menampilkan kesenian Jawa Timur sebagai pembuka juga menunjukkan kecintaannya terhadap seni budaya lokal.

Makna kostum ini menunjukkan budaya kesenian budaya di sini tertinggal. Bahkan tempat-tempat kesenian di Surabaya di gusur.

“Saya habis malam hari main di THR, paginya alatnya dikukuti. Dan, sekarang penggiat kesenian di Surabaya bercerai berai. MAJU berkomitmen membangun seni budaya masyarakat Surabaya dari kampung ke kampung,” tegas Mujiaman.

Machfud Arifin dan Mujiaman adalah pasangan Cawali dan Cawawali Surabaya 2020 dengan nomor urut 2. Diyakini menjadi simbol kemenangan dan kebersamaan dalam membangun Surabaya melalui loncatan menuju Kota Surabaya yang maju dan masyarakat yang makmur. KBID-DJI