Pandemi Covid-19, 4.242 Pekerja Hotel di Surabaya Dirumahkan

Rrapat koordinasi antara Komisi D dan Disparta Surabaya melalui teleconference.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Di tengah pandemi Covid-19 berdampak terhadap pelaku industri pariwisata di Surabaya. Sehingga menjadi perhatian Komisi D DPRD Surabaya menjadwalkan rapat melalui teleconference, Selasa (14/4) di ruang Komisi D DPRD Surabaya.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah menyampaikan, bahwa rapat koordinasi dengan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Surabaya untuk memastikan apa saja yang dilakukan oleh Disparta Surabaya selaku pembina dan penanggungjawab pelaku industri pariwisata di Surabaya.

“Jadi memang sesuai surat edaran dari Wali Kota 20 Maret kemarin, menginstruksikan agar penutupan sementara tempat hiburan malam dan memberlakukan protokol-protokol pengananan covid-19 di fasilitas publik (hotel,restoran). Mangkanya ini menjadi tanggungjawab kita bersama dengan Disparta Surabaya,” kata Khusnul Khotimah ditemui di ruang Komisi D DPRD Surabaya.

Di tengah pandemi covid-19, Khusnul mengaku, target PAD di Disparta Surabaya tahun ini mengalami penurunan sangat signifikan. Namun Komisi D belum menerima berapa data kongkritnya berapa penurunan target PAD dari Disparta Surabaya.

“Jelas turun, tapi kita belum mendapatkan data eksklusif dari Disparata Surabaya. Yang jelas mengalami penurunan hotel sebesar 60 persen. Dan, terlaporkan sekitar 4.242 karyawan yang dirumahkan,” terang dia.

Dengan terjadi penurunan secara segnifikan, lanjutnya, pihaknya meminta ada bentuk komunikasi Disparta Surabaya antar pihak pengusaha restoran dan hotel.

“Bilamana pandemi covid-19 berakhir, karyawan yang di PHK dan dirumahkan bisa dikerjakan kembali. Jangan sampai pekerja ini tidak ada kejelasan dan berdampak pada masyarakat berpenghasilan rendah,” tukas dia.

Terkait kegiatan HUT Kota Surabaya, Khusnul meminta penyambutan kegiatan HUT Kota Surabaya dirasionalisasi karena mengingat HUT Kota Surabaya cukup besar. Disparta telah menyampaikan, anggaran yang disiapkan untuk seluruh kegiatan seni, budaya, pariwisata dan lainnya sebesar 3,7 miliar dialihkan kepada penganan covid-19.

“Saya memastikan anggaran itu untuk di dirasionalisasi. Jadi kegiatan yang mendatangkan banyak masa. Misalnya, festival rujak ulek, pemilihan duta cak dan ning Surabaya dan mlaku-mlaku nang tunjungan berikut anggaran yang melekat dirasionalisasi diahlikan penganan covid-19,” ungkap dia.

Kepala Disparta Surabaya Antiek Sugiarti melalui teleconference mengatakan, bahwa selama pandemi covid-19 sekaligus melalui SE Wali Kota Surabaya dengan pemberlakuan penutupan sementara tempat-tempat hiburan di Surabaya.

“Sementara ini kita masih menghitung jumlah penurunan target PAD tahun ini. Yang jelas 60 persen hotel mengalami penurunan,” katanya.

Dampak penurunan terhadap pelaku industri pariwisata, Atiek mengaku, telah melakukan langkah sosialisasi secara masif terhadap pelaku industri pariwisata. Kemudian Disparta Surabaya juga melakukan pembinaan-pembinaan padat karya terhadap karyawan yang dirumahkan.

“Pekerja yang dirumahkan sementara dari hotel, restoran dan mall,” pungkas dia. KBID-DJI