Perwali Nomor 33 Tahun 2020 Bikin Susah Pekerja dari Luar Surabaya

Petugas memeriksa para pengendara sepeda motor yang masuk ke Surabaya saat PSBB beberapa waktu lalu.@KBIDwowkeren

KAMPUNGBERITA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terbitkan peraturan walikota (Perwali) nomor 33 tahun 2020 sebagai perubahan atas Perwali nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Surabaya.

Poin yang diubah dan ditambahkan itu adalah Pasal 12 ayat (2) huruf f, ada ketentuan wajib menunjukkan hasil pemeriksaan rapid test dengan hasil non reaktif atau swab dengan hasil negatif yang dikeluarkan dokter RS atau Puskesmas.

Perwali 33 tahun 2020 yang diterbitkan oleh pemkot surabaya ini mendapatkan respon dari warga di luar surabaya. Yang dinilai aturan tersebut memberatkan warga luar kota surabaya.

Doni salah satu warga Bluru Kidul Sidoarjo yang bekerja di Surabaya menyatakan, bahwa Perwali no 33 tahun 2020 yang diterbitkan pemkot sangat memberatkan warga.

Pasalnya salah satu isi dari perwali tersebut yakni, warga luar surabaya jika masuk surabaya wajib menunjukkan hasil pemeriksaan rapid test dengan hasil non reaktif atau swab dengan hasil negatif yang dikeluarkan dokter RS atau Puskesmas.

“Peraturan itu sangat memberatkan warga mas, apalagi biaya rapid test ditanggung sendiri dan mahal pula,” kata Doni, saat ditemui dijalan, Kamis petang (16/7/2020).

Dijelaskan lebih jauh, rapid tes hanya berlaku 14 hari, setelah 14 hari masa aktifnya habis dan harus dilakukan rapid test lagi. Belum lagi massa pandemi ini gaji dipotong oleh perusahaan.

“Rapid test itu hanya berlaku 14 hari saja, jika habis harus rapid test lagi,” ucap Doni.

Apakah surabaya ini hanya diperuntukkan untuk warga surabaya sendiri, padahal surabaya ini ditopang oleh kabupaten/kota yang lain juga, tambahnya sambil nada tinggi.

Sementara itu bahar mahasiswa asal malang yang kuliah di Universitas di Surabaya kebingungan untuk masuk surabaya. Dimana ia akan mengurus legalisir di kampusnya. Padahal ia di surabaya hanya beberapa jam saja namun harus rapid test untuk bisa masuk surabaya.

“Saya bingung dengan aturan baru masuk surabaya mas, apa saya harus rapid test, padahal saya di kampus hanya ngurus legalisir,” kata Bahar saat dihubungi via telfon selulernya, Kamis (16/7/2020).

”Saya berharap, aturan pemerintah surabaya tidak terlalu ribet lha, masa harus menunjukkan hasil rapid tes kon reaktif dulu kalau mau masuk surabaya,” pungkasnya.KBID-RIZ