Pesantren Ahlussafa Wal Wafa Peringati Hari Pahlawan dan Maulid Nabi Muhammad SAW

Peringatan Hari Pahlawan dan Maulud Nabi Muhammad SAW di Pesantren Ahlussafa Wal Wafa, Sidoarjo.@KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID – Memperingati Hari Pahlawan 10 November berdekatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 hijriah, Yayasan Pesantren Ahlus Safa Wal Wafa di Kabupaten Sidoarjo menggelar dialog kebangsaan dan panggung kebhinekaan pada Minggu malam (10/11). Dialog kebangsaan dihadiri sejumlah tokoh lintas iman.

Dialog kebangsaan dan panggung kebhinekaan ini digelar di kawasan pesantren di Desa Simoketawang Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Dialog kebangsaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan lagu nasional Syukur.

Dialog agama menghadirkan tokoh agama lintas iman yaitu Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha dan penghayat kepercayaan. Tokoh agama Islam diwakili Kiai Haji Mohammad Nizam As Shofa yang juga pendiri dan pengasuh ponpes Ahlus Safa Wal Wafa. Agama Kristen diwakili Pendeta Anggraeni dan Agama Katolik diwakili Romo Agus Sulistyo. Agama Budha ada Pendeta Pradipta, Agama Hindu diwakili I Gede Putu Suadana dan untuk penghayat kepercayaan diwakili Naeng Suryono. Hanya Bingky Irawan dari tokoh Agama Khonghucu yang tidak hadir karena berhalangan sedang ada acara di luar kota.

Selain dihadiri para tokoh agama lintas iman, di belakang para tokoh tersebut terlihat sejumlah orang mengenakan pakaian adat. Seperti pakaian adat Jawa, Batak, Manado dan sejumlah pakaian adat lain di Indonesia yang menggambarkan kebhinekaan di Indonesia.

Dalam dialog kebangsaan ini masing-masing tokoh agama menyampaikan pendapatnya, tentang siapakah pahlawan di era saat ini menurut iman agama mereka. Pemikiran para tokoh agama ini terangkum, bahwa pahlawan adalah manusia yang membawa manfaat, menghormati dan mengasihi sesama manusia. Indonesia akan damai dan beradab apabila masyarakatnya bisa hidup rukun berdampingan di tengah perbedaan agama, suku, dan bahasa.

“Tidak ada lagi bangsaku, atau bangsamu, yang ada adalah bangsa kita,” kata Kiai Haji Mohammad Nizam As Shofa.

Setelah dialog kebangsaan, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Pada kesempatan itu juga ada pemberian santunan untuk membantu pendidikan anak-anak yatim oleh para tokoh agama lintas iman tersebut. Terlihat juga Bupati Sidoarjo Saiful Ilah yang hadir belakangan, ikut memberikan santunan dan kemudian memberi sambutan. Kegiatan di pesantren ini diakhiri dengan ceramah agama mendatangkan Kiai Haji Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq. KBID-TUR