KampungBerita.id
Headline Kampung Gaya Kampung Raya Lakone Surabaya Teranyar

Peziarah Resah, Buchori Imron Minta Pemkot Tegas Tertibkan Anjal dan Pengemis di Wisata Religi Sunan Ampel

Anggota DPRD Kota Surabaya, Drs H Buchori Imron.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID
Anggota DPRD Kota Surabaya dari Dapil 2 (Kecamatan Kenjeran, Pabean Cantian, Semampir, dan Bubutan), Drs H. Buchori Imron
menanggapi serius beredarnya kabar peziarah di Kawasan Wisata Religi Makam Sunan Ampel yang mengeluh adanya gangguan anak jalanan (anjal) dan pengemis yang meminta uang. Tindakan ini dinilai mengganggu kenyamanan para peziarah.

“Ini bukan hanya bikin resah untuk peziarah luar kota. Bahkan Grab juga banyak mengeluh karena sering diganggu. Kalau ke utara pada saat-saat tertentu tidak berani, karena kadang ada anak jalanan yang mengganggu, bahkan diperas,”ujar dia, Senin (7/9/2026).

Menurut Buchori Imron, ketidaknyamanan itu berdampak langsung pada kekhusukan ibadah di kawasan wisata religi. “Ini mengurangi kekhusukan dan membuat resah. Bayangkan orang jauh-jauh datang berziarah tapi merasa terganggu,”ungkap dia.

Terkait parkir, Buchori Imron yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya ini mengakui, pembayaran parkir di area Ampel sudah mulai tertib. Namun dia menyoroti kondisi lahan parkir yang masih semrawut dan belum tertata. “Ke depan harus ditata semuanya, termasuk masalah wisata religi. Ini kebanggaan kita bersama,” tegas politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Di sisi lain, dia juga mengapresiasi langkah Camat Semampir yang dinilai sudah tegas dalam mengarahkan peziarah dan menertibkan anak jalanan. Namun, dia menegaskan penertiban tidak bisa hanya dibebankan kepada Pemkot Surabaya. “Tanggung jawab ini ada di Pemkot, pengelola Makam Sunan Ampel, kiai, dan tokoh masyarakat. Yang kita sayangkan, pengelola di sana kurang akur dan kurang menerima kehadiran Pemkot Surabaya,” beber dia.

Dia khawatir jika Pemkot memaksa masuk tanpa diminta, justru akan menimbulkan stigma negatif. “Nanti Pemkot dianggap preman. Padahal niatnya mau menertibkan preman-preman yang ada di sana,” ucap dia.

Untuk itu, Buchori mendorong lurah, camat, LPMK, RT dan RW di wilayah Semampir untuk aktif membantu menciptakan rasa aman di kawasan religi.

Apa Satpol PP yang kerap menggelar operasi pengemis, anjal, dan pengamen di lampu merah perlu diintensifkan lagi? Buchori menyatakan operasi penertiban oleh Satpol PP perlu digalakkan kembali.
“Ya, perlu. Tapi harus bekerja sama dengan tokoh-tokoh setempat dan para pemangku wilayah. Tidak bisa sendiri-sendiri,”tandas dia.

Dia juga menyarankan agar isu ini dimasukkan dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) yang saat ini digarap Pemkot Surabaya “Kerja samanya harus tiga pihak, Pemkot, tokoh masyarakat, dan pengelola Ampel itu sendiri,” tegas dia.

Selain itu, Buchori juga  menyoroti dugaan adanya pihak yang sengaja “mendrop” pengemis dari luar kota ke Surabaya untuk dijadikan bisnis.“Itu pelanggaran. Kalau ketemu pengedropnya harus dilaporkan dan diberi sanksi hukum. Polisi, Polsek Semampir, camat dan lurah harus bertindak, tidak perlu menunggu laporan,” tegas dia seraya berharap dengan sinergi semua pihak, kawasan Sunan Ampel bisa menjadi destinasi wisata religi yang aman, nyaman, dan tertib. KBID-BE.

Related posts

Hadir di Rakerda PAN Surabaya, Arif Fathoni Berharap Koalisi KIB Solid hingga 2024

RedaksiKBID

Kecolongan, Pemkot Akhirnya Segel Lapak-lapak Pasar Sayur Koblen

RedaksiKBID

Papan Reklame sebagai Media Promosi Tergerus Medsos

RedaksiKBID