KampungBerita.id
Kampung Raya Politik & Pilkada Surabaya Teranyar

Politisi Senior PPP Surabaya Pindah ke Gerindra? Buchori Imron:Tidak Benar, Itu Hanya Isu!

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Drs Buchori Imron.@KBID-2022.

KAMPUNGBERITA.ID-Perpindahan kader partai ke partai politik lain kemungkinan kembali marak menjelang Pemilu 2024.

Isu yang beredar, mantan Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Surabaya, Drs Buchori Imron yang sudah tiga periode menjadi anggota DPRD Kota Surabaya dikabarkan mendapat tawaran untuk pindah parpol dan nyaleg lewat DPC Partai Gerindra Surabaya.

Rumor ini kian kencang setelah politisi senior ini tak mendapat tempat di kepengurusan DPC PPP Surabaya yang kini dipimpin Ali Mahfud atau biasa disapa Ali Cipoet.

Terkait isu tersebut, Sekretaris DPC Partai Gerindra Surabaya, AH Thony mengaku belum mendengar itu dan sejauh ini juga tak pernah ada komunikasi antara partai dengan Buchori Imron membahas soal itu (pindah partai).

“Saya tidak tahu suara ini datang dari mana. Baru kali ini  mendengar isu tersebut. Yang jelas, saya melihatnya Pak Buchori masih menjadi anggota DPRD Kota Surabaya. Saya melihat ini juga sebuah lontaran yang disampaikan pihak-pihak tertentu untuk menciptakan spekulasi-spekulasi terhadap Pak Buchori maupun yang lain,” ujar dia.

Yang jelas, lanjut AH Thony, Partai Gerindra sebagai partai terbuka siap menerima siapapun, termasuk nonkader. Hanya saja, semua kan harus dilalui dengan prosedur yang ada.

“Kita tahulah Pak Buchori masih menjabat anggota dewan. Kalau beliaunya melimpah ke partai lain itu perlu dihitung kemanfaatannya. Perlu dihitung juga masa bakti Pak Buchori masih belum tuntas. Kan begitu,” ungkap AH Thony seraya menyatakan jika semua itu tergantung kepada politisi senior itu sendiri yang pada Pileg 2019 lalu meraup
10.832 suara di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kota Surabaya yang meliputi Kecamatan Tambaksari, Semampir, Kenjeran, dan Pabean Cantian.

“Sekali lagi saya sebagai pengurus partai belum pernah ada pembahasan soal itu,”tandas dia.

AH Thony yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya menilai jika sosok Buchori Imron adalah politisi senior yang berpengalaman dan punya suara cukup banyak.
“Kalau bicara soal potensial, kita hormat dengan suara beliau. Tapi politik ini kan ada etikanya. Kita tidak gegabah merespons hal-hal seperti ini. Apalagi, soal isu ini kami tidak mendengar langsung dari Pak Buchori,”ungkap dia.

Lebih jauh, AH Thony menyampaikan, ini kan menyangkut bagaimana Partai Gerindra membangun hubungan antar partai. Ini harus dijaga.
Jangan sampai nanti itu ada kesan Gerindra seolah-olah membajak kader partai lain. “Kan enggak enak. Karena itu, terkait isu ini kami mencoba pasif saja,”ujar dia.

Tapi jika toh, isu itu benar, kata dia, mohon disampaikan dengan tata etika yang baik supaya tidak menimbulkan friksi di kemudian hari. “Kalau kemudian ini tidak benar, harapan kami Pak Buchori bisa mengklarifikasi agar tidak berkembang menjadi hal yang merugikan,”kata dia.

AH Thony kembali menegaskan, jika Partai Gerindra ini adalah partai terbuka untuk semua warga negara Indonesia, dari berbagai kalangan dan profesi. “Manakala itu dilakukan dengan baik, dengan niat baik, maka patut kita berpikir tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari, saya pikir tak ada masalah,”tegas dia.

Sementara menanggapi isu tawaran pindah partai dari sejumlah parpol, termasuk Partai Gerindra, Buchori Imron mengaku jika isu itu tidak benar.
Arek-Arek iku iso ae. Enggak benar, itu hanya isu saja. Apakah saya nanti akan nyaleg lagi atau tidak, saya masih menunggu petunjuk dari Atas (Allah SWT, red). Ya, nantilah saya akan salat istikharah,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Usul Cabut Izin Ormas, MPW PP Jatim Tuntut Junimart Girsang Minta Maaf

RedaksiKBID

Konstruksi Tol Pasuruan-Probolinggo Ambruk, Satu Pekerja Tewas Tertimpa Girder

RedaksiKBID

Kuatkan Soliditas, DPD Golkar Surabaya Gelar Halal Bihalal dengan 31 PK

RedaksiKBID