Polresta, Kodim, dan Pemkab Sidoarjo Kompak Tangkap Penyebaran Covid-19

Kodim 0816 Sidoarjo menyalurkan bantuan sembako kepada warga untuk penanganan Covid-19.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Virus corona kian merebak di Sidoarjo. Sebanyak 11 kecamatan dinyatakan masuk zona merah. Polresta, Pemkab, dan Kodim 0816 Sidoarjo bergerak cepat. Memberikan bantuan untuk penanganan Covid-19.

Kemarin (14/4), Polresta dan pemkab membagikan Alat Pelindung Diri (APD). Terdiri dari baju hazmat, sepatu bot, thermogun, sarung tangan, masker, helm serta face shield. Bantuan tersebut diberikan pada 11 kecamatan yang berstatus zona merah.

Salah satu penerima bantuan APD yaitu Kecamatan Kota. Dari data posko gugus covid-19, kecamatan kota menjadi wilayah paling merah. Jumlah warga yang terpapar korona terus bertambah.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 16 orang. Orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 61 orang. Sedangkan warga yang positif terpapar korona berjumlah 10 orang.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji menyerahkan APD tersebut. Total bantuan yang diberikan berjumlah 550 APD. “Semoga penanganan korona semakin cepat,” jelasnya.

Menurut Sumardji, keselamatan petugas dan relawan menjadi perhatian. Sebab, mereka berada di garda depan. “Tanpa bantuan petugas dan relawan penanganan korona tak bisa berjalan cepat,” paparnya.

Meningkatnya kasus korona di Sidoarjo dipicu sejumlah hal. Salah satunya warga kerap berkerumun di kafe dan warung kopi. Di Kota, sejumlah tempat nongkrong tetap buka.

Polsek Kota kemarin turun ke beberapa warkop. Misalnya di Jalan Pahlawan. Petugas membubarkan anak muda yang tengah cangkruk di kafe Salsa. Sebanyak 17 pemuda diamankan.

Kapolsek Sidoarjo Kota Kompol Supiyan menuturkan, petugas mendata 17 pengunjung dan pengelola. Mereka lantas dibawa ke kantor polsek. “Kami berikan pembinaan. Agar jera,” ucapnya.

Supiyan sempat berbincang dengan pengelola kafe Salsa Rudy Oktarino Zakaria. Supiyan meminta kafe tidak melayani pembeli. “Silahkan berjualan namun tidak boleh ada kerumunan,” paparnya.

Sumardji mengakui warkop banyak yang membandel. Tetap beroperasi meski sudah diimbau. “Warga juga cuek bebek. Seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal sudah ada korban jiwa,” ucapnya.

Sebagai solusi, Sumardji meminta seluruh petugas posko penanganan Covid-19 ikut bergerak. Turun merazia warkop. “Kalau ada kerumunan petugas posko bisa menindak,” jelasnya.

Kepedulian juga ditunjukkan Kodim 0816 Sidoarjo. Kemarin, Kodim menyerahkan 450 paket sembako. Bantuan itu disalurkan pada warga desa Pabean, Sedati.

Satu per satu paket sembako itu diberikan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf M. Iswan Nusi. “Semoga bisa membantu warga,” jelasnya.

Tak hanya sembako, Kodim juga menyumbang masker dan APD. Bantuan itu diberikan pada RSUD Sidoarjo. Iswan berharap warga mematuhi imbauan pemerintah. “Tetap jaga Kebersihan dan kesehatan,” pungkasnya. KBID-TUR