Program Belanja Online yang Digagas PD Pasar selama Physical Distancing belum Siap

Pasar.@KBIDIlustrasi

KAMPUNGBERITA.ID – Komisi B DPRD Surabaya menilai program belanja online yang akan dilakukan PD Pasar Surya selama pandemi corona belum siap.

Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Hamka Mudjiadi mengaku kecewa dengan gembar-gembor sebelumnya. Menurutnya, aplikasi belanja online yang ditawarkan baik-baik saja. Tetapi pihak PD Pasar sendiri yang mengatakan banyak pedagang yang di bawah naungan PD Pasar Surya Pemkot Surabaya. Lalu mereka (PD Pasar Surya) menyatakan belum siap.

“Justru saya mempertanyakan yang belum siap itu pedagangnya atau PD Pasar sendiri. Kalau pedagang belum siap itu maklum dan wajar, karena mereka bamyak yamg gagap teknologi (gaptek). Jangan-jangan yang belum siap malah PD Pasar. Saya sendiri dan kami Anggota dewan saat ini sangat sulit melakukan koordinasi dengan PD Pasar,” ungkap Hamka.

Dia menyatakan bahwa PD pasar harus siap dulu sebelum membuat statemen. PD Pasar itu kalau gak siap ya keterlaluan. Siap tidak siap, PD Pasar harus siap. Hamka mengatakan, apalagi sudah berani membuat kebijakan penutupan pasar.

“Silahkan buat kebijakan penutupan pasar, lockdown pun gak ada masalah. Asalkan PD Pasar harus siap. Saat kebijakan itu dilaksanakan, negara harus hadir. Negara dalam hal ini Pemerintah Kota Surabaya. Bahwa Pemkot Surabaya harus memberikan jaminan kebutuhan hidup pokok bagi pedagang pasar dan orang-orang yang mencari uang di pasar itu. Terutama para pegawai yang statusnya harian. Mereka ini miskin. Meskipun punya penghasilan, tetapi gak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akhirnya mereka ini jadi fakir miskin,” paparnya.

Hamka menyampaikan bahwa sesuai dengan ketentuan yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945, tujuan didirikannya negara ini adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan segenap tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejateraan umum. Ditambah lagi ketentuan dalam batang tubuh UUD 1945.

“Paaal 34 UUD 1945 menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantat dipelihara oleh negara. Nah ini sudah miskin, pasar ditutup, malah tidak punya pekerjaan, jadi fakir ini. Jadi komplit ini harusnya menjadi tanggung jawab negara,” bebernya.

Lebih lanjut Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan bahwa kesimpulannya, pihak dewan minta data pedagang, khususnya nomor handphone pedagang. Sebab PD Pasar ini mau menjalankan aplikasi tapi bukan aplikasi melainkan website. Sayangnya, masih menurut Hamka, disitu hanya ada data Pasar Pucang Surabaya. Padahal sebelumnya PD Pasar menyatakan sudah ada lima pasar yang siap. kenyataannya itu hanya omong doang.

“Ini yang sangat saya tidak harapkan. Statemennya bagus, tapi pelaksanaannya gak ada. Masyarakat yang jadi korban. Kalau PD Pasarnya gak siap apalagi pedagang. Dari dialog dalam rapat tadi sudah ketahuan bahwa PD Pasar gak siap. Makanya kita minya data pedagang yang akan dimasukkan dalam website belanja online itu dulu.
Kalau nomor handphonenya pedagang gak ada, lantas bagaimana melakukan transaksi online ?” Sambung Hamka Mudjiadi Salam.

Dirinya mengingatkan kembali bahwa paling tidak satu minggu, PD Pasar sudah mengantongi data pedagang. Kemudian pasar-pasar yang belum tergabung dari 5 pasar yang katanya siap itu sudah harus tergabung semua.

“Jangan hanya omong doang.,” tandasnya.

Terpisah, Plt Dirut yang juga Direktur Teknik PD Pasar Surya Muhibudin mengatakan bahwa untuk Penutupan dan pembukaan pasar masih mengikuti protokol dan SOP dari Penanganan Covid 19.
Hasil peetemuan dengan komisi B DPRD Kota Surabaya pihaknya juga akan melakukan sosialisasi yang lebih masih terkait social distancing atau jaga jarakbsatu sama lainnya.

“Sebetulnya penjualan online dan offline itu hampir sama. Cuman kebetulan Pasar Kapasan memang kebanyakan penjualan secara offline. Jadi itu masalah kebiasaan. Nanti kalau penjualan offline itu mati mereka para pedagang kam tidak ada penghasilan.

Oleh karena itu kita akan berupaya tidak ada lagi penutupan pasar. Tetapi dengan tetap harus menerapkan protap sesuai SOP,” terangnya.

Muhibudin menyatakan asal sosial distancing dan physical distancing mampu dijalankan dengan baik, tidak ada masalah. Dia menegaskan bahwa semua stake holder mendukung penjualan melalui online. Tidak hanya karena kasus covid -19 ini. Tetapi eranya memang sudah seperti itu.

“Hal itu tidak akan mematikan PD Pasar. Untuk mengembangkan bisnis yang lebih besar, penjualan online banyak membantu,” tukasnya. KBID-DJI