KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Surabaya Teranyar

Progres Belum 50 Persen, Komisi C Soroti Lambannya Proyek Pembangunan Infrastruktur

Pengerukan untuk pemasangan box culvert di Jalan Dharmawangsa, depan RSUD Dr Soetomo ini baru dikerjakan beberapa hari lalu.@KBID-2022

KAMPUNGBERITA.ID-
Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Sukadar mengkritisi molornya proyek pembangunan infrastruktur di Surabaya yang saat ini sedang berjalan.

Dia mengatakan, hingga saat ini, seluruh pengerjaan infrastruktur seperti jalan dan drainase baru berjalan 49,5 persen.

“Saya pesimistis pengerjaan tersebut tuntas tahun ini. Efektif kerja sampai menjelang Natal. Padahal infrastruktur ini ditunggu masyarakat. Misalnya pengerjaan yang urgent adalah drainase, karena akan musim hujan,” kata Sukadar di DPRD Surabaya, Rabu (21/9/2022).

Politisi PDIP ini menegaskan, lambannya kebijakan berimbas pada tidak selesainya pengerjaan infrastruktur hingga habis tahun APBD. Sehingga ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang harus dikembalikan ke Kas Daerah (Kasda).

“Ini sangat disayangkan, karena pengerjaan tidak maksimal dengan anggaran yang tersedia. Kondisi ini beda dengan sisa anggaran. Misalnya dengan anggaran yang tersedia penggunaannya bisa ditekan, namun progres pengerjaannya sesuai target tahun anggaran. Kalau itu saya angkat topi,” terang dia.

Lebih jauh, Sukadar menegaskan, akibat lambannya kebijakan, banyak proyek pembangunan infrastruktur di beberapa wilayah yang tertunda.

“Ada yang sudah menunggu tiga tahun, bahkan ada yang lima tahun. Saya pesimis pembangunan infrastruktur bisa cepat, kalau tidak ada perubahan kebijakan sistem kebijakan dan tidak ada terobosan,” pungkas dia

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menargetkan optimalisasi saluran drainase di Kota Surabaya itu rampung sebelum November. Sebab, menjelang datangnya musim hujan ini dirinya mengaku deg-degan.
“Banyak titik pemasangan u-ditch di Surabaya. Karena banjir ini tidak bisa diselesaikan di satu titik. Banjir ini dicari, hulunya di mana, hilirnya di mana. Maka harus dibenarkan semuanya dan crossing juga harus kami lakukan. Karena hujan ini bikin deg-degan,” kata Eri Cahyadi.

Selain u-ditch, Pemkot Surabaya juga banyak memasang peranti saluran drainase jenis box culvert di beberapa titik. Jika semua peranti itu sudah terpasang sebelum musim hujan, Eri Cahyadi mengaku baru bisa merasa tenang.

“Sebelum box culvert terpasang semua, kan, enggak tenang kita. Karena itu juga kami berdoa dan warga Surabaya juga kami harap turut berdoa, sehingga kami bisa menyelesaikan (perbaikan saluran drainase) sebelum musim hujan,” ujarnya.

Eri Cahyadi mengatakan, dirinya memang menargetkan penuntasan pemasangan u-ditch dan box culvert pada November 2022 ini. Akan tetapi, cuaca dan iklim bisa saja berubah. Eri Cahyadi mengakui bahwa hujan bisa saja datang lebih cepat dengan durasi lebih panjang.

Karena itu, dia berdoa semoga ketika Surabaya mulai diguyur hujan titik- titik banjir sudah bisa tertangani. Dia menyebutkan sejumlah titik krusial perbaikan drainase yang sedang dan sudah dikerjakan. Yakni Gayung Sari, Ahmad Yani, Ketintang, Wiyung, Dharmawangsa, Panglima Sudirman, dan masih banyak lagi.

Eri Cahyadi berharap dengan dipasangnya u-ditch dan box culvert ini bisa mengurangi banjir di Surabaya.KBID-BE

Related posts

Geger, Mayat Bayi dengan Tali Pusar Ditemukan Mengapung di Sungai Desa Tulangan

RedaksiKBID

Sidoarjo Sabet Wonderful Indonesia Tourism Award 2018

RedaksiKBID

BBPJN VIII Pastikan Ruas Tol Di Jatim Bisa Dilalui H – 7 Lebaran

RedaksiKBID