
KAMPUNGBERITA.ID
Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya memberikan kesempatan kepada mitra jagal memaksimalkan kegiatannya di RPH Pegirian sampai akhir Ramadan atau awal Idul Fitri 1447 H.
Hal ini disampaikan Dirut RPH Surabaya,
Fajar Arifianto Isnugroho. Dia mengatakan, pada prinsipnya mitra jagal Pegirian diberikan kesempatan hingga akhir Ramadan atau awal Idul Fitri 1447 H untuk memaksimalkan kegiatannya di RPH Pegirian. Setelah Idul Fitri, jagal Pegirian diprioritaskan untuk segera pindah ke Osowilangon dan memanfaatkan fasilitas pemotongan yang ada di sana.
Menurut dia, ini sejalan dengan apa yang disampaikan
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Pemkot Surabaya, M. Fikser dalam pertemuan dengan mitra jagal di Pemkot Surabaya, Senin (12/1/2026) sore. “Saya ikut mendampingi Pak Fikser pada rapat tersebut. Intinya, sudah final RPH Osowilangon selesai dibangun. Ini harus segera dioptimalkan untuk operasional pemotongan, ” ujar dia dikonfirmasi, Senin (12/1/2026) malam.
Dia menambahkan, saat ini pihaknya lebih fokus menyiapkan operasional RPH Osowilangon yang juga berbarengan dengan operasional Pegirian mulai Januari, Februari, dan Maret.
Bagaimana jika para mitra jagal masih tetap menolak relokasi ke Osowilangon, Fajar menjelaskan, rumah potong hewan ini kan penyedia jasa, sedangkan mitra jagal ini pengguna jasa. Ketika penyedia jasa ini tidak ketemu dengan pengguna jasa, kan berarti enggak ada masalah. “Tinggal yang mau saja yang memanfaatkan RPH Osowilangon, monggo. Tidak harus jagal Pegirian. Namun, kami tetap memprioritaskan jagal Pegirian dulu untuk melaksanakan kegiatan di RPH Osowilangon. Jika toh jagal Pegirian tidak mau atau keberatan, ya kita hormati sikap mereka,” ungkap dia.
Meski demikian, lanjut Fajar, pihaknya juga akan memberi kesempatan kepada jagal-jagal lain dari luar Surabaya atau jagal Surabaya yang baru. Pun jagal baru dari Sidoarjo, Lamongan, Gresik dan mungkin dari daerah yang lain untuk juga memanfaatkan RPH Osowilangon. “Kan sayang kalau tidak dioptimalkan pemanfaatan operasional dari RPH Osowilangon yang sudah selesai dibangun,” imbuh dia
Fajar menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, Pemkot Surabaya melalui Asisten I, M. Fikser menyatakan diskusi akan terus dilanjutkan membuka ruang komunikasi dengan para jagal guna mencari titik temu. Namun progress untuk memanfaatkan RPH Osowilangon yang sudah dijalankan dan disepakati bersama Pemkot Surabaya dengan RPH tetap berjalan sesuai rencana. Prinsipnya, Januari, Februari dan Maret, pihaknya akan melayani pemotongan di dua tempat, yakni RPH Osowilangon maupun RPH Pegirian. Tapi setelah Lebaran, tegas Fajar, pemotongan di Pegirian sebaiknya sudah tidak dilakukan, segera dialihkan ke Osowilangon sehingga Pegirian dinyatakan tidak beroperasi lagi.
Terkait mitra jagal yang sempat melakukan mogok kerja sebelum demo ke DPRD dan Pemkot Surabaya, Fajar menjelaskan, intinya Minggu malam atau Senin dinihari sudah tidak ada lagi aktivitas pemotongan oleh mitra jagal. Mereka menyatakan aksi tidak memotong sapi. Meski demikian, lanjut dia, pihaknya tetap standby karena pemotongan kambing. “Kami dengan pelayanan masih full team untuk melayani para mitra yang membutuhkan jasa potong. Enggak ada masalah,” tandas dia.
Karena prinsipnya, lanjut dia, pihaknya menghormati sikap mitra jagal karena mungkin mendukung unjuk rasa atau lagi membangun solidaritas dengan sesama mitra jagal. “Kami hormati. Enggak apa-apa rumah pemotongan hewan tetap membuka pelayanan pemotongan meski mereka (mitra jagal) aksi mogok, enggak ada masalah,” ungkap dia.
Fajar menegaskan, prinsipnya pihaknya masih punya yang namanya RPH Surabaya unit Kedurus yang masih memotongkan sapi. Sehingga harapannya suplai daging terbaik pasar-pasar tradisional masih disuplai oleh hasil pemotongan dari mitra jagal di RPH Kedurus.
Sementara untuk ketersediaan daging bagi masyarakat Surabaya, Fajar menyampaikan permohonan maaf karena mungkin pasokan pasti daging di pasaran agak berkurang karena imbas dari aksi mogok mitra jagal di pemotongan Pegirian, Senin (12/1/2026). Meski demikian, suplai daging masih bisa dipenuhi oleh RPH Kedurus.
Untuk itu, bagi masyarakat yang membutuhkan daging sapi silakan memenuhi RPH Suryamap. “Kami menyediakan daging karena kami juga akan memotong sapi sendiri. Kemudian menyalurkan ke lapak-lapak di pasar tradisional. Ada 11 lapak di pasar tradisional yang bisa dimanfaatkan masyarakat Surabaya untuk membeli daging terbaik hasil pemotongan RPH,” pungkas dia. KBID-BE
