Santunan Rp 13 Miliar untuk Keluarga Pasien Covid-19 yang Meninggal belum Cair

KAMPUNGBERITA.ID – Keluarga pasien covid-19 yang meninggal dunia seharusnya mendapatkan santunan sebesar Rp. 15 juta. Demikianlah bunyi Surat Edaran Kementerian Sosial RI Nomor 427/3.2/BS.01.02/06/2020 tentang Penanganan Perlindungan Sosial Bagi Korban Meninggal Dunia Akibat COVID-19. Namun hingga hari ini, keluarga pasien covid-19 yang meninggal di Surabaya belum mendapatkan santunan apapun. Padahal berdasarkan data infocovid19.jatimprov.go.id pasien meninggal hingga 18 Agustus mencapai 863 jiwa.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti menyayangkan keterlambatan pemberian santunan. “Surat Edaran Kemensos tersebut sudah diterbitkan sejak 18 Juni 2020. Sekarang sudah pertengahan Agustus tetapi santunan belum direalisasikan.” ujarnya.

Reni meminta agar Pemkot segera melaksanakan amanat pemberian santunan untuk ahli waris pasien covid yang meninggal dunia.

“Saya mendorong agar Pemkot segera menunaikan mengacu pada surat edaran kemensos. Tidak perlu nunggu APBD Perubahan, pakai saja anggaran Belanja Tak Terduga yang masih tersedia”.

Politisi PKS tersebut menambahkan “hingga kemarin data yang meninggal 863 jiwa. Dan masing-masing jiwa mendapatkan 15 juta rupiah. Oleh karena itu, Pemkot harus menganggarkan sekitar 13 miliar untuk santunan bagi keluarga yang ditinggalkan.”

Santunan ini harapannya dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Walaupun tentu santunan ini tidak bisa dibandingkan dengan nyawa gugur akibat covid-19. Penting kemudian agar segera dianggarkan dan direalisasikan sebagai wujud perhatian dan kepedulian pemerintah kota Surabaya kepada keluarga Pasien covid yang meninggal dunia.

“Jangan ditunda-tunda, program lain saja yang sifatnya gebyar sudah bisa dijalankan semisal gelaran lomba SSC (Surabaya Smart City), masak santunan untuk warga yang kesusahan tidak didulukan”, pungkas Reni. KBID-DJI