Selain Erna, Ketua Bapilu dan Sekretaris DPC Demokrat Juga jadi Target Pemecatan

Lucy Kurniasari.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – DPC Partai Demokrat Surabaya diambang kehancuran. Ini setelah Lucy Kurniasari yang ditunjuk sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya sejak 15 Oktober 2019 mulai bertindak arogan. Dia mengancam mengeluarkan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Ernawati dari kepengurusannya, karena dinilai tidak ada kontribusi apapun terhadap partai.

Dari informasi yang digali, sebenarnya tidak hanya Ernawati saja yang jadi target bersih-bersih ala Lucy Kurniasari. Juga ada Herlina Harsono Njoto (Ketua Bappilu) dan Dedy Prasetyo (Sekretaris), pengurus lama yang dianggap gerbongnya mantan Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Ratih Retnowati.

Atas sikap yang dilakukan Plt Ketua DPC Demokrat, Lucy Kurniasari tersebut, Ernawati bereaksi. Dia menilai Lucy ibarat kacang lupa kulit. Sebab, pada Pilwali sebelumnya pihaknya bahu-membahu berusaha berjuang memenangkan dia, meski akhirnya kalah.

Terlebih, kata dia, status ketua masih pelaksana tugas (plt) sehingga, lanjutnya, tidak etis ketika melakukan tindakan-tindakan arogan yang berkaitan dengan kepengurusan.

Dengan adanya polemik seperti ini, Ernawati berharap agar DPP Partai Demokrat bisa mengevaluasi kinerja Lucy Kurniasari selama menjabat Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya.

“Saya mohon dengan hormat kepada DPP untuk mengevaluasi kepengurusan beliau (Lucy Kurniasari) sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya. Jangan sampai Partai Demokrat hancur gara-gara salah pilih orang, ” pungkas dia.

Sementara Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari ketika dikonfirmasi lewat WA, justru memberikan jawaban stiker bertuliskan hadapi dengan senyuman.

Ketika didesak, dia tetap enggan berkomentar banyak. “Mas izin ngapunten, sebaiknya saya tidak usah menanggapi, ” ujar dia singkat.

Begitu juga soal tudingan arogan dan akan dilaporkan ke DPP, Lucy Kurniasari tak menjawab.KBID-BE