KampungBerita.id
Kampung Raya Teranyar

Tingkatkan Produksi TOGA Provinsi Jatim Gelar Sekolah Lapangan untuk Kelompok Tani

Petani menunjukkan jahe gajah hasil panen

KAMPUNGBERITA.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur melakukan upaya untuk meningkatkan produksi Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Kepala Dinas melalui Pelaksana Harian (Plh) Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim, Irita Rahayu Aryati mengatakan, langkah tersebut bisa dicapai dengan menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) yakni sistem sertifikasi dalam praktik budidaya tanaman yang baik dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditentukan.

Dia menambahkan, penerapan GAP tersebut dapat meningkatkan provitas, kualitas dan juga kelembagaan di dalam kelompok tani itu dapat berjalan maksimal.

“Dengan penerapan GAP yang baik, diharapkan mereka (kelompok tani,red) dapat bekerjasama sehingga sesuai dengan asas kelompok tani tersebut,” kata Irita Rahayu Aryati.

Irita mengatakan, GAP dapat terserap dengan baik manakala dibarengi dengan sekolah lapang (SL). “Kami berikan pendampingan dalam SL sebanyak 5 kali pertemuan,” ungkap dia.

Mengenai kabupaten/kota di Jatim yang sudah menerapkan GAP untuk TOGA, Irita mengakui belum semua daerah dapat menerapkan karena anggarannya terbatas mengingat pemerintah masih fokus untuk komoditas utama yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional.

Tahun ini, SL untuk TOGA jenis jahe gajah ada di kelompok tani di Kabupaten Lumajang dengan luasan 2 hektare , kemudian kelompok tani di Kabupaten Trenggalek dengan luas 2 hektare, kelompok tani di Kabupaten Tulungagung 2 hektare dan kelompok tani di Kabupaten Malang sebanyak 2 hektare.
Lalu untuk jahe merah, ada di kelompok tani Kabupaten Pacitan sebanyak 2 hektare dan Kabupaten Sumenep 1 hektare dan jahe jewot di Kabupaten Magetan 2 hektare.

Kemudian untuk kunyit, ada di kelompok tani Kabupaten Bondowoso sebanyak 3 hektare dan Kabupaten Gresik 2 hektare. “Kunyit dari kelompok tani Gresik itu sudah pernah diekspor ke India,” ungkapnya.

Kedepan, Irita mengatakan, akan fokus pada penanganan pasca panen. “Banyak kelompok tani yang mengalami kesulitan di pasca panen. Maka dari itu, semoga niat baik ini dapat terealisasi dengan baik,” harap dia. KBID-JTM

Related posts

Pemilu Run Ajak Warga Kota Mojokerto Gunakan Hak Pilih

RedaksiKBID

Sambut HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Ratusan Siswa MI Bahrul Ulum Sawodungus Ikuti Jalan Sehat

RedaksiKBID

Hampir Semua Dokumen Bacaleg di Bangkalan Kurang Lengkap

RedaksiKBID