KampungBerita.id
Tapal Kuda Teranyar

Kementerian PU Bina Marga Aspal Ruas Jalan Gempol-Bangil dengan Limbah Plastik

Proses pengaspalan ruas Gempol-Bangil dengan limbah plastik

KAMPUNGBERITA.ID – Dirjen Kementerian PU Bina Marga melakukan uji coba pengaspalan ruas jalan Raya Gempol-Bangil dengan aspal dan campuran limbah plastik.

Pejabat Pembuat Komitmen Gempol-Bangil-Pasuruan–Probolinggo, Purnyoto mengatakan, Jatim adalah lokasi ke-5 uji gelar teknologi aspal campur plastik setelah Bali, Bekasi, Makassar dan Solo. Menurutnya, lokasi uji gelar aspal campur plastik berada di ruas jalan nasional Gempol Batas Kota Bangil Km. 35 + 800 hingga 36 + 800.

Menurutnya, uji coba tersebut merupakan hal yang positif karena limbah plastik yang selama ini kurang termanfaatkan dengan baik dapat dijadikan bahan campuran aspal.

“Proses pencampuran aspalnya sama dengan aspal hotmix biasa namun kita tambahkan campuran limbah plastik yang sudah di cacah-cacah, memang ada peningkatan biaya sekitar 10 % namun dari segi ketahanan meningkat 40 %”, ujar Purnyoto.

Dia menambahkan dalam 1 ton aspal membutuhkan 3,9 kg limbah plastik yang sudah dicacah. Limbah plastik sebagai bahan tambah pada campuran aspal dry process 6 persen terhadap berat aspal. Saat ini limbah plastik yang digunakan masih berasal dari Pulau Jawa dan Bali, dimana proses pengolahan limbah dilakukan di Bandung.

Bahan limbah plastik yang digunakan dalam campuran beraspal panas dibatasi hanya untuk jenis kantong kresek (LDPE/Low Density PolyEthylene) yang telah melalui proses pencucian dan pencacahan. Cacahan limbah plastik yang akan digunakan harus kering, bersih dan terbebas dari bahan organik dengan ukuran maksimal 9,5 mm.

Proses penambahan limbah plastik di Asphalt Mixing Plant (AMP) dilakukan melalui lubang kontrol pugmill. Untuk mempermudah pemasukkan limbah plastik caranya dikemas ulang perkantong dengan takaran berat per-batch campuran aspal.

Proses pencampuran limbah plastik menjadi aspal, mulai dari mencampurkan limbah plastik dengan agregat panas (±1700C). Kemudian diaduk selama 10 detik hingga bahan limbah plastik dapat menyelimuti permukaan agregat. Setelah pengadukan agregat dan limbah plastik, selanjutnya dilakukan pengadukan basah dengan menambahkan sejumlah aspal panas (1600C) selama 35 detik. Campuran beraspal panas dengan bahan limbah plastik telah siap dimobilisasi ke lapangan untuk dilakukan penghamparan dan pemadatan seperti campuran beraspal panas pada umumnya.KBID-PSR

Related posts

Beri Semangat, Risma Minta Anak Putus Sekolah Lanjutkan Pendidikan

RedaksiKBID

Incar 12 Kursi di DPRD, Partai Demokrat Surabaya Bentuk Tim Udara

RedaksiKBID

Butuh 10 Relawan Demokrasi, KPU Kota Madiun Buka Pendaftaran

RedaksiKBID