KampungBerita.id
Kampung Raya Teranyar

Susun Berkas Kasus Threesome di Sidoarjo, Polisi Butuh Keterangan Ahli

Tersangka Sayaiful ketika digelandang petugas ke Mapolresta Sidoarjo.

KAMPUNGBERITA.ID – Praktik threesome dengan tersangka Syaifullah yang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) termasuk kasus baru di Kota Delta. Belum ada kasus serupa dalam tiga tahun terakhir. Jadi, penyidik perlu menyiapkan berbagai hal agar berkas perkara tidak bolak-balik ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo.

Hal itu diungkapkan Kanit PPA Polresta Sidoarjo AKP Rohmawati Lailah. Dia menjelaskan, pihaknya kini sedang fokus menyusun berkas perkara. Mulai dari membubuhkan keterangan tersangka dan korban pada berkas. Hingga meminta penjelasan tambahan dari ahli. “Bukan kasus asusila biasa,” jelasnya.

Dalam kasus asusila pada umumnya, keterangan pelaku dan korban biasanya sudah cukup. Berbeda dengan perkara threesome. Sebab, tindakan itu bisa dibilang menyimpang dari kebiasaan. “Berkasnya harus benar-benar lengkap sebelum dilimpahkan,” terangnya.

Bagaimana dengan pengembangan perkara itu? Lailah menyebut tersangka bukan bagian dari sebuah jaringan. Meskipun, modus operasi penawarannya menyasar grup media sosial (medsos) yang berisi pengagum threesome. “Dia (Syaiful, Red) menjalankan bisnis itu sendiri,” ujarnya.

Syaiful awalnya tertarik dengan percakapan di grup yang diikuti. Fantasi seksualnya meningkat. Pria 49 tahun itu lantas menawari AN, istri yang sudah memberinya seorang anak untuk membuka pelayanan threesome. “Istrinya mau karena punya banyak hutang,” ucap polisi dengan tiga balok di pundak tersebut.

Wakasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menambahkan, penyimpangan seksual sebenarnya bukan hanya dari tersangka. AN juga bisa masuk kategori itu. Walaupun perempuan 47 tahun tersebut tetap sebagai korban. “Mulai zaman dulu pemikiran aneh itu sudah ada,” katanya.

Ambuka tidak habis pikir dengan keputusan pasangan suami istri (pasutri) itu. Terlebih, bisnis esek-esek tersebut juga sering dilakukan di rumah. Padahal, di tempat yang sama ada putrinya yang masih berusia sepuluh tahun. “Dengan alasan apapun, perbuatan itu tidak seharusnya dilakukan,” ujar alumnus Akpol 2007 itu.

Sebagaimana pernah diberitakan, polisi membongkar praktik TPPO yang dijalankan di medsos. Unit PPA Polresta Sidoarjo menggerebek sebuah rumah di Desa Tambakkemerakan, Krian. Mereka mendapati dua pria dan satu wanita sedang beradegan mesum di atas tikar.

Diketahui, salah satu pria adalah tamu di rumah tersebut. Dia datang karena tertarik dengan layanan threesome pasutri pemilik rumah. Bisnis esek-esek tersebut mematok harga Rp 500 ribu. KBID-TUR

Related posts

Fendy Pratama Bagikan Bingkisan Lebaran Untuk Warga Kurang Mampu

RedaksiKBID

Komisi D Dorong Pemkot Bangkitkan Kembali TRS untuk Kembangkan Bakat Seni Anak Surabaya

RedaksiKBID

Polda Jatim Terjunkan Tim TAA di Lokasi Kecelakaan Mobil Kapolres Tulungagung

RedaksiKBID