KampungBerita.id
Headline Peristiwa Teranyar

Pengakuan Aneh Pelaku Mutilasi Wanita di PBM Mengejutkan

Sugeng Santoso diamankan polisi saat tiduran di emparan toko.@KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID – Setelah melakukan serangkaian penelusuruan, pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan wanita di Pasar Besar Malang (PBM) yang jasadnya dimutilasi menjadi enam bagian. Pelaku diketahui bernama Sugeng Santoso (49 tahun) warga Kelurahan Jodipan, Kota Malang.

Diketahui Sugeng sebelumnya pernah melakukan aksi tak kalah keji yakni memotong lidah pacar dan membakar rumah tetangga. Serta memukul kepala ayahnya dengan palu.

“Pelaku ini melontarkan api, sehingga masuk ke kasur tetangga sebelah, memang betul saya sempat dengar. Gunting lidah pacarnya juga pernah, malah memukul dengan palu kepala bapaknya juga,” kata Muhammad Lutfi, Kepala RW 06, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Dibeberkan Lutfi, Sugeng bermukim di wilayahnya sekitar 7-8 tahun lalu, tepatnya di Jodipan Wetan Gg III RW 6. Namun sekarang sudah tidak lagi, semenjak rumah keluarganya dijual pada orang lain.

“Rumahnya itu dijual ke orang tua saya. Setelah dijual, kabarnya dia menetap di rumah ibunya yang di Polehan, kadang tidurnya di pertokoan-pertokoan,” jelasnya.

Sugeng hampir 6 bulan lalu sempat terlihat di emperan sebuah rumah kosong, tidak jauh dari rumah terdahulunya. Sekitar satu bulanan terakhir juga sempat terlihat mondar-mandir.

“Rumah itu kosong, tetapi setelah laku terjual, dia diusir, sudah tidak tahu lagi di mana,” jelasnya.
Lutfi juga menceritakan, Sugeng pernah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Porong, tetapi tidak tahu kemudian sudah keluar. Tindak-tanduknya terkadang memang aneh.

“Kalau dibawa ke RSJ kayak orang normal, tetapi saat ditanyai di kepolisian kayak orang aneh gitu. Pernah dibawa RSJ Porong, tetapi pihak rumah sakit mungkin menganggap tidak apa-apa,” ungkapnya.

Penangkapan pelaku dilakukan saat polisi menyusuri bersama dengan anjing pelacak di sekitar Jalan Laksamana Martadinata. Penemuan itu juga berkat pesan yang bertuliskan ‘Sugeng’ di kaki korban.

“Anggota melakukan penyelidikan di sekitaran Klenteng (Jalan Laksamana Martadinata) dan kebetulan lewat di Gotong Rotong, ada seseorang yang sedang tidur, oleh anggota dipanggil nama (Sugeng) tersebut dan ternyata menjawab dan posisinya sama dengan anjing itu berada,” ungkap Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri.

Setelah ditangkap petugas, pria yang mulanya diduga pelaku mengakui telah memutilasi korban.
Hal yang mengejutkan yaitu, pelaku mengaku melakukan mutilasi karena permintaan korban.

Asfuri menjelaskan bahwa pelaku bertemu dengan korban sekitar sembilan hari yang lalu di depan Klenteng Eng An Kiong Jalan Laksamana Martadinata.

Menurut keterangan pelaku, perempaun tersebut mengaku berasal dari Maluku dan sedang mengidap penyakit. Setelah itu, pelaku pun mengajak korban ke Pasar Besar dan korban meninggal di lantai 2 pasar tersebut.
Setelah meninggal selama tiga hari, pelaku baru memutilasi korban.

“Kemudian setelah meninggal tiga hari baru dilakukan mutilasi karena pesan dari korban. Jadi permintaan dari korban, nanti setelah meninggal tolong dilakukan pemotongan,” katanya.

Sementara ini, identitas korban belum diketahui pasalnya saat itu korban tak memperkenalkan dirinya saat bertemu dengan pelaku.

Rencananya, polisi akan memanggil psikiater untuk memeriksa kejiwaan pelaku, pasalnya ada indikasi pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

“Ini nanti kami akan mengundang psikiater atau dokter untuk memeriksa dari pelaku,” katanya.KBID-MLG

Related posts

Gelar Refleksi Akhir Tahun, NasDem Surabaya Desak Pemkot Serius Tangani Kemiskinan dan Pengangguran

RedaksiKBID

Deteksi Kecepatan Pengendara, Polres Ngawi Manfaatkan Speed Gun

RedaksiKBID

4 Tahun sakit Kanker, Ibunda Presiden Jokowi Wafat

RedaksiKBID