KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Mahasiswa Bereaksi, Tolak Keras Gedung Sekolah Jadi Tempat Isolasi Mandiri

Aktivias PMII-ITATS, Rahman.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Berbagai penolakan muncul dari elemen masyarakat terkait rencana Pemkot Surabaya akan memakai gedung sekolah sebagai ruang isolasi mandiri pasien Covid-19.

Salah satunya datang dari aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS), Rahman.

Ketua PK PMII ITATS ini menyayangkan keputusan Pemkot Surabaya apabila tetap memaksa gedung sekolah dipakai ruang isolasi mandiri pasien Covid-19.

“Rencana tersebut dapat berimbas kepada kinerja dan aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah di Surabaya. Meskipun sekolah hari ini masih secara daring bukan berarti gedung sekolah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, karena masih ada tenaga pengajar yang masih memerlukan aktivitas di sekolah,” ujar Rahman saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (23/7/2021).

Lebih lanjut, yang paling ia khawatirkan adalah dampak besar bagi lingkungan sekitar. Karena ada beberapa sekolah yang bertempat dekat dengan pemukiman warga.

“Sekolah-sekolah itu pasti dekat dengan pemukiman warga jadi bisa mengganggu kenyamanan warga apabila dijadikan tempat isolasi pasien covid, di surabaya kan masih banyak gedung-gedung milik pemprov/pemkot yang masih bisa dipakai,” tukasnya.

Oleh karena itu, ia meminta agar Pemkot Surabaya bisa mengkaji lebih matang lagi dalam pemilihan dan penyediaan tempat isolasi mandiri bagi warga yang terpapar Covid-19, dengan memilih tempat yang steril, aman dan tidak membuat masyarakat resah.

“Bisa di gedung olahraga, fasilitas sosial atau aset-aset pemkot yang bisa dialih fungsikan (jadi tempat isolasi mandiri),” tegasnya.

Sebelumnya, penolakan juga dilakukan oleh warga Gunung Sari dan Barata Jaya atas rencana Pemkot Surabaya memilih gedung sekolah jadi tempat isolasi mandiri pasien Covid-19. KBID-DJI-BE

Related posts

Tujuh Fraksi DPRD BojonegoroTolak Kenaikan BBM

RedaksiKBID

Kapolresta Sidoarjo Pantau Vaksinasi Dosis Kedua Bagi Anak Usia 6 Sampai 11 Tahun

RedaksiKBID

Kepala BNPB dan Gubernur Jatim Tinjau Penanganan Erupsi Gunung Semeru

RedaksiKBID