
KAMPUNGBERITA.ID-Ketua Panitia Donor Darah DPC PDI-P Kota Surabaya, Siti Mariyam mengaku bangga bakti sosial donor darah yang digelar dalam rangka memeriahkan Bulan Bung Karno, Minggu (29/6/2025) melampaui ekspektasi Dari target 100 peserta sudah 250 peserta, bahkan hingga siang menembus 300.
“Alhamdulillah, target awal kami hanya 100 peserta, namun ternyata yang hadir dan mendaftar mencapai lebih dari 250, bahkan terus bertambah hingga menembus 300 orang. Ini jelas menunjukkan antusiasme luar biasa dari masyarakat, sekaligus kekompakan para kader dan pengurus PDI-P Surabaya,”ujar dia.
Siti Mariyam yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya ini mengaku sempat berbincang dengan beberapa pengurus yang baru pertama kali ikut serta donor darah seperti ini. Mereka menyampaikan rasa bangganya bisa terlibat dan siap mendukung kegiatan sosial ke depan.
Politisi senior PDI-P ini berharap bakti sosial donor darah seperti ini tidak berhenti di sini, tapi bisa menjadi agenda rutin DPC PDI-P Kota Surabaya.
“Dulu banyak yang bilang kader PDI-P siap cap jempol darah, sekarang bukan hanya cap jempol, tapi benar-benar mendonorkan darah. Ini adalah bentuk kepedulian nyata kepada sesama,”tegas dia.
Lebih jauh, Siti Mariyam menegaskan, jika kegiatan positif ini harus ditingkatkan.
Para pendonor yang terdiri dari para pengurus DPC, kader, dan simpatisan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya ingin terus bersinergi dan menghadirkan program-program yang memberdayakan dan bermanfaat untuk masyarakat.
Bahkan, lanjut dia, panitia juga menyiapkan apresiasi untuk para pendonor. Dari PMI Kota Surabaya, peserta yang lolos donor mendapat biskuit, vitamin, dan susu. “Dari panitia, kami kami kaus Bung Karno dan sertifikat sebagai bentuk penghargaan. Bahkan bagi peserta yang tidak lolos, tetap kami sediakan sarapan dan kacang hijau sebagai bentuk dukungan dan penghormatan atas partisipasinya,”tambah dia.
Ke depan, Siti Mariyam berharap kegiatan donor darah ini bisa digelar lebih sering. Tidak hanya setahun sekali saat Bulan Bung Karno, tapi jika memungkinkan bisa dua kali setahun.
“Setetes darah bisa menyelamatkan nyawa. Itulah semangat gotong royong dan kemanusiaan yang terus kami rawat, ” pungkas dia. KBID-BE

