
KAMPUNGBERITA.ID
Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PKS, Johari Mustawan menggelar silaturahmi dengan insan pers di Surabaya dengan berbuka puasa bersama di rumah makan Hotel Sahid, Rabu (10/3/2026) petang. Kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi tentang pembangunan di Surabaya.
Johari Mustawan dalam sambutannya menyampaikan harapan hubungan antara DPRD dan insan pers semakin erat. Dia menilai media massa memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, sekaligus menjadi mitra strategis bagi para wakil rakyat dalam mengawal kebijakan publik. Bahkan, di zaman Rasulullah pun ada tim penulis namanya Zaid bin Tsabit, sahabat Nabi Muhammad SAW dari kaum Anshar yang cerdas dan ahli di bidang seperti jurnalistik. “Kalau dulu pakai pelepah kurma, di tulang-tulang dan daun-daun kering, sekarang sudah pakai handphone, komputer dan sebagainya. Tapi semua itu tidak mengurangi nilai pahala dari Allah SWT. Karena itu, saya secara pribadi dan atas nama teman-teman di Fraksi PKS mengapresiasi kinerja temen-teman wartawan semua,” ujar dia.
Karena, sudah ada dan menurut Bang Jo, sapaan Johari Mustawan, pembangunan di Kota Surabaya ini tidak akan lengkap tanpa adanya kiprah tulisan-tulisan para wartawan. “Makanya, kami mengundang panjenengan semua dalam rangka untuk silaturahmi. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam, memuliakan tetangga, dan memuliakan tamu,“ungkap dia.
Selain itu, lanjut Bang Jo, kegiatan ini juga dalam rangka untuk semakin mendekatkan diri. Untuk itu, dia berharap semoga acara seperti ini tidak bosan-bosannya sering dilakukan sambil berdiskusi. “Yang penting semua untuk kepentingan masyarakat Surabaya dan pembangunan Surabaya. Insyaallah dengan pertemuan seperti ini, kami di DPRD yang berjumlah 50 orang bisa mendapatkan banyak input. Saya sendiri selalu membangun komunikasi dengan teman-teman DPRD yang lain,” tandas dia.
Lebih jauh, Bang Jo yang juga mantan Ketua DPD PKS Kota Surabaya menyampaikan, bahwa partai politik adalah sarana. Yang penting, bagaimana setelah diberikan amanah oleh masyarakat duduk sebagai anggota DPRD, mampu menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. Ia juga harus membawa partainya untuk bekerja. “Jadi yang bekerja itu tidak hanya anggota DPRD-nya, partainya juga harus bekerja. Karena itu, kami di DPRD sebagai kepanjangan tangan dari partai politik, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kita bersama PKS harus bekerja semua. Baik pengurus DPC maupun Ranting agar membersamai anggota DPRD dalam mengadvokasi pembelaan kepada masyarakat,” ungkap dia.
Bang Jo juga menyebut media massa sebagai kekuatan atau pilar keempat dalam pembangunan sebuah daerah. Semua sudah kenal trias politika, yaitu legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Tapi jangan lupakan peran dan kekuatan pers di situ. Lantaran ketiga lembaga tersebut bisa bekerja maksimal jika didukung oleh pers atau media massa. Jadi, insan pers ini memiliki posisi sangat penting dalam pembangunan Surabaya ini.
“Saya pernah sampaikan jika guratan pena seorang wartawan yang memberikan dampak positif buat masyarakat Kota Surabaya, itu senilai dengan 1.000 darah para syuhada. Bayangkan. Ini sangat luar biasa sekali kedudukan para insan pers yang Insyaallah menyuarakan kebaikan-kebaikan untuk masyarakat Surabaya,” ungkap Bang Jo.
Pada kesempatan itu, Bang Jo yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya menyampaikan permohonan maaf seandainya dalam bersikap dan berinteraksi selama ini masih belum maksimal. Untuk itu, dengan adanya silaturahmi ini akan saling lebih mengenal dan berinteraksi. Hal-hal yang diharapkan dari dirinya di DPRD, baik itu sebagai anggota Komisi D, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surabaya, serta sebagai anggota Fraksi PKS ataupun sebagai Panitia Khusus (Pansus) dan sebagainya, pihaknya siap menerima kritikan maupun masukan-masukan guna kepentingan masyarakat Surabaya dan Pemkot Surabaya.
“Kita harus balance. Kalau baik kita katakan baik, kalau kurang kita katakan kurang. Yang jelas, kita harus melakukan perbaikan,” tandas dia.
Sementara itu, Ketua Pokja Jurnalis Dewan Surabaya (Judes), Inyong Maulana menegaskan, bahwa seorang jurnalis harus kritis dalam menjalankan profesinya. “Wartawan harus tetap kritis dalam kondisi apapun. Itu sudah menjadi pilihan hidup kita sebagai jurnalis, sehingga segala risiko harus siap kita hadapi,” tandas dia. KBID-BE

