KampungBerita.id
Headline Teranyar

Catat, Hal-hal yang Dilarang dan Dibolehkan Jika PSBB Diterapkan

Aktifitas nongkrong di warung kopi bakal ditertibkan lantaran tidak boleh berkerumun lebih dari 5 orang.@KBIDilustrari

KAMPUNGBERITA.ID – Sejumlah wilayah di Indonesia mulai bersiap mengajukan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain DKI Jakarta yang bakal memulai PSBB pada Jumat (10/4), tercatat ada Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten yang juga mengajukan hal serupa.

Sementara untuk Jawa Timur, santer dibakarkan Surabaya dan Malang juga bakal mengajukan status PSBB. Pemkot Malang berencana berkoordinasi dengan Provinsi Jatim terkait pengajuan status tersebut.

“Insyallah disusun secara resmi untuk surat pengajuannya. Kalau selesai besok (hari ini) bisa kami kirimkan (ke Pemprov Jatim),” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.

Sementara Kota Surabaya masih simpang siur. Dikabarkan sejumlah media, Surabaya langsung mengajukan PSBB ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun, hal itu belakangan juga dibantah pihak Pemkot Surabaya.

Sekadar diketahui beriku hal-hal yang bakal diterapkan jika PSBB diberlakukan berdasar PP nomor 21 Tahun 2020:

Dilarang:
1. Kegiatan belajar mengajar di sekolah dan universitas.
2. Kegiatan peribadatan di rumah ibadah.
3. Menutup seluruh fasilitas umum
Pusat perbelanjaan, tempat hiburan milik pemerintah maupun umum, taman, balai pertemuan, ruang RPTRA, gedung olah raga dan museum.
4. Kegiatan sosial budaya.
5. Resepsi pernikahan dan pesta khitanan.
6. Berkerumun di luar ruangan maksimal 5 orang.
7. Kapasitas penumpang di kendaraan umum maupun pribadi maksimal 50 persen.
8. Makan di restoran atau tempat makan umumnya. Hanya boleh untuk take away atau dibawa pulang.

Dibolehkan:
1. sektor kesehatan.
2. sektor pangan, makanan dan minuman.
3. Sektor energi , seperti air , listrik gas , pompa bensin, itu semua berfungsi seperti biasa.
4. Sektor komunikasi, baik jasa komunikasi sampai media komunikasi itu bisa berjalan.
5. Sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal itu semuanya berjalan seperti biasa.
6. Kegiatan logistik distribusi barang itu berjalan seperti biasa jadi ini dikecualikan.
7. Kebutuhan keseharian, retail, seperti warung, toko kelontong yang memberikan kebutuhan warga itu dikecualikan.
8. Sektor industri strategis yang ada di kawasan ibu kota.
9. Delivery barang. KBID-NAK

Related posts

DPRD Jatim Dorong Pemprov Maksimalkan Potensi Gas di Madura

RedaksiKBID

Covid-19, Demokrat Minta Pemerintah Tak Kecolongan Seperti Kasus Sampoerna

RedaksiKBID

Tim Gabungan Semprotkan Disinfektan di Zona Merah Covid-19 Sidoarjo

RedaksiKBID