KampungBerita.id
Kampung Raya Lakone Surabaya Teranyar

Kehadiran SLB-B Negeri Pertama di Surabaya, Herlina: Ini Jawaban Atas Kebutuhan Layanan Pendidikan Inklusif yang Sangat Terbatas

Anggota DPRD Kota Surabaya, Herlina Harsono Njoto.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID-Peresmian Sekolah Luar Biasa (SLB)-B Karya Mulia Surabaya sebagai SLB Negeri pertama di Surabaya oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Senin (5/1/2026), disambut antusias oleh anggota DPRD Kota Surabaya.

Dengan status baru tersebut, SLB Negeri Karya Mulia kini memberikan layanan pendidikan lengkap mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA untuk satu jenis disabilitas, yakni tunarungu.

Anggota DPRD Kota Surabaya, Herlina Harsono Njoto menyebut kehadiran SLB Negeri pertama di Surabaya ini menjadi tonggak penting bagi penguatan pendidikan inklusif di Kota Surabaya. “Kehadiran SLB ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memenuhi hak belajar anak berkebutuhan khusus,”ujar Herlina.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, serta Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai atas terwujudnya SLB Negeri di Surabaya. “Semoga ke depan pendidikan inklusif di Surabaya dan Jawa Timur semakin kuat dan berkeadilan,”tandas dia.

Lebih jauh, politisi senior Partai Demokrat ini menegaskan, bahwa berdirinya SLB-B Negeri Karya Mulia tidak lepas dari proses panjang dan dorongan legislatif sejak periode sebelumnya. Dia menyebut usulan pendirian SLB Negeri di Surabaya telah disampaikan sejak masih berada di Komisi D DPRD Surabaya Periode 2019-2024. “Di penghujung masa jabatan di Komisi D tahun 2024 saya pernah mengusulkan dan menyampaikan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Pak Aries Agung, bahwa Surabaya seharusnya memiliki SLB Negeri,”ungkap dia.

Herlina yang kini duduk di Komisi C DPRD Kota Surabaya ini mengaku bersyukur karena aspirasi tersebut akhirnya terwujud dan kini Surabaya resmi memiliki SLB Negeri pertama. Menurut dia, keberadaan SLB-B Negeri Karya Mulia menjadi jawaban atas kebutuhan layanan pendidikan khusus yang selama ini sangat terbatas.

SLB-B Karya Mulia, sebelumnya dikelola oleh yayasan yang telah menjalankan pembelajaran dan pengabdian dengan baik, yang saat ini statusnya berubah menjadi SLB-B Negeri Karya Mulia.
“Ini langkah maju untuk pendidikan inklusif dan pemenuhan hak anak-anak berkebutuhan khusus.
Dengan menjadi SLB Negeri otomatis akan ada support yang lebih kuat dari sisi anggaran, kebijakan, maupun pengembangan tenaga pendidik nantinya,”jelas dia

Pada peresmian kemarin juga dipaparkan dukungan anggaran pendidikan inklusif dari Pemprov Jawa Timur. Pada Tahun Anggaran 2025, Pemprov Jatim mengalokasikan lebih dari Rp130 miliar untuk penguatan SLB se-Jawa Timur, termasuk revitalisasi dan peningkatan sarana prasarana.

Bagi Herlina anggaran ini menunjukkan komitmen negara hadir. “Jadi sekitar Rp 22,6 miliar dialokasikan untuk revitalisasi SLB se-Jawa Timur dan Rp114,3 miliar difokuskan pada rehabilitasi ruang belajar, peningkatan sarana pendukung, serta penguatan layanan pendidikan inklusif yang layak dan bermartabat,” beber Herlina.

Ke depan, Herlina berharap akan ada SLB Negeri tipe-tipe lainnya di Surabaya, pun dukungannya tidak hanya berhenti pada bangunan fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan guru, alat bantu belajar, dan layanan pendukung lainnya. “Ini tidak lepas dari tujuan negara hadir untuk memastikan hak belajar yang setara untuk semua anak-anak kita,”pungkas dia. KBID-BE

Related posts

PPKM Level 1 Diperpanjang, Wali Kota Eri Cahyadi Imbau Masyarakat Tingkatkan Prokes

RedaksiKBID

Partai Demokrat Gencar Sosialisasikan Er-Ji di Manukan, Ajak Warga Pilih Kotak yang Ada Gambarnya

Baud Efendi

Pemdes Trate Sugihwaras 2023 Lakukan Perbaikan Infrastruktur

RedaksiKBID