KampungBerita.id
Kampung Raya Surabaya Teranyar

Penyampaian LKPJ Wali Kota Surabaya TA 2025, Eri Cahyadi: Ekonomi Tumbuh 5,87 Persen, Angka Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID-Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengapresiasi Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Surabaya atas sinergi yang telah terjalin dalam mendukung jalannya pembangunan di Kota Surabaya.

Apresiasi ini disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi pada sidang paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Surabaya Tahun Anggaran (TA) 2025 di ruang rapat paripurna lantai 3 Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (30/3/2026). “Penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Surabaya atas sinergi, kerja sama serta kolaborasi yang terjalin dengan baik selama ini. Sehingga mampu memberikan kemaslahatan bagi masyarakat,”ujar Eri Cahyadi.

Secara umum, dia menjelaskan bahwa kinerja Pemkot Surabaya pada 2025 menunjukkan capaian positif di berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga sosial kemasyarakatan.

Di bidang ekonomi, lanjut dia, Pemkot Surabaya terus berupaya menjaga pertumbuhan aktivitas usaha, memperkuat daya beli masyarakat, serta mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja. Selain itu, pengembangan UMKM, sektor perdagangan dan jasa juga terus dioptimalkan guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Upaya-upaya ini akhirnya membawa dampak positif. Bagaimana kita lihat ekonomi Kota Surabaya terus tumbuh menjadi 5, 87 persen, di atas rata-rata pertumbuhan Jatim sebesar 5, 3 persen dan nasional sebesar 5,11 persen,” jelas dia.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan menjadi 4,8 persen pada tahun 2025.

Di bidang sosial, lanjut Eri Cahyadi, pembangunan difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial hingga pemberdayaan masyarakat.

Dia juga menyebut Pemkot Surabaya juga berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 85,65 persen sebagai hasil dari penguatan sektor pendidikan dan kesehatan. “Pemkot Surabaya berusaha memastikan bahwa kelompok rentan tetap memperoleh perhatian, akses, dan perlindungan yang memadai sehingga tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan Kota Surabaya, “ungkap dia.

Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program bantuan, di antaranya bantuan tunai langsung (BLT) kepada 711.212 keluarga miskin, bantuan non tunai, serta bantuan modal usaha bagi 679 warga kurang mampu.

Eri Cahyadi menyebut berbagai program tersebut berdampak signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan di Kota Surabaya. “Alhamdulillah angka kemiskinan turun menjadi 3,56 persen, bahkan lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak,” tandas dia.

Tidak itu saja, tingkat ketimpangan yang tercermin dari gini rasio juga mengalami perbaikan menjadi 0,39 persen, seiring dengan meningkatnya pemerataan kesejahteraan masyarakat di kota Surabaya. KBID-BE

Related posts

Polres Pasuruan Salurkan Logistik untuk Korban Banjir Sungai Kembeng

RedaksiKBID

Evaluasi Penyerapan Anggaran Triwulan IV TA 2023, Komisi C: Pekerjaan Fisik Sudah Selesai 100 Persen

Baud Efendi

Jelang Nataru, Fraksi PDIP-PAN Minta Pemkot Surabaya Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok dan Stabilitas Harga

Baud Efendi