KampungBerita.id
Kampung Raya Teranyar

Ribuan Warga Ikuti Vaksinasi Dosis Pertama di Sidoarjo, Nung Lucy: Kami Optimis Sidoarjo Masuk Zona Hijau

Lucy Demokrat
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Demokrat, Lucy Kurniasari (tengah, masker biru) dan Wakil Ketua Komisi D, DPR Kabupaten Sidoarjo Zahlul Yussar saat meninjau vaksinasi.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Sebanyak 2 ribu warga mengikuti vaksinasi dosis Pertama Sinovac, di halaman Suncity Mall Sidoarjo, Minggu (3/10/2021) pagi. Tidak hanya warga Kota Delta saja, vaksinasi kali ini bisa diikuti warga se nusantara.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Demokrat, Lucy Kurniasari mengatakan, vaksinasi ini merupakan hasil kerjasama Kementerian Kesehatan dan Komisi IX DPR RI.

“Awalnya kuota yang kami sediakan sebanyak seribu dosis. Namun karena kurang, kuota ditambah lagi dari dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo sebanyak seribu. Jadi totalnya dua ribu,” cetusnya.

Ia berharap, dengan adanya vaksinasi masal, herd imunnity di masyarakat segera tercapai. “Saat ini, vaksinasi di Sidoarjo telah mencapai angka 64,5 persen. Sehingga sedikit lagi sudah mencapai 70 persen,” Terang Ning Lucy, panggilan akrabnya. Ia juga mengimbau, meskipun sebentar lagi herd immunity tercapai, warga harus tetap menjalankan protokol kesehatan. “Jangan kendor berdisiplin,” Jlentrenya.

Ning Lucy juga memuji langkah Pemkab Sidoarjo mengatasi pandemi. “Cepat sekali penurunannya. Dari level 4, sekarang sudah level 1. Kami Yakin sebentar lagi Sidoarjo akan masih zona hijau,” imbuhya. Bila hal itu tercapai, lajutnya, situasi normal segera berjalan kembali. Baik kemasyarakatan, pendidikan maupun perdagangan.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi D, DPR Kabupaten Sidoarjo Zahlul Yussar berharap, warga tidak euforia meskipun Kota Delta telah turun zonasi dan level covid-19. “Tetap patuhi protokol kesehatan. Jangan lengah karena pandemi belum berakhir,” pintanya.

Menanggapi Pertemuan Tatap Muka (PTM) terbatas di sekolah yang telah digelar, politisi demokrat ini mengatakan, akan terus memantau perkembangannya. “Sekitar 75 persen sekolah telah menggelar PTM. Sistemnya gas rem, gas rem. PTM akan terus digelar selama tidak ditemukan kasus covid-19 di sekolah. Namun bila ditemukan, maka PTM akan dihentikan sementara dan dievaluasi kembali,” pungkasnya. KBID-TUR

Related posts

Tekan Angka Perceraian, Kader Fatayat NU Tuban Dilatih jadi Konselor Keluarga

RedaksiKBID

Gelar Beragam Lomba, Kejari Sidoarjo Ajak Pelajar Perangi Korupsi

RedaksiKBID

Disebut Gizi Buruk dalam Perdebatan Pilgub, Keluarga Balita asal Kayen Tertekan

RedaksiKBID