KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Sengketa Rumah Pompa Semolowaru I, Komisi A DPRD Surabaya Sarankan Ahli Waris Gugat Pemkot

Dengar pendapat Komisi A DPRD Surabaya.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Penyelesaian sengketa antara ahli waris lahan rumah pompa Semampir (Keputih) dengan Pemkot Surabaya terkait status kepemilikan lahan pompa air Semolowaru 1 Semampir yang difasilitasi Komisi A DPRD Kota Surabaya, Kamis (15/4/2021) belum menemukan titik terang alias deadlock.

Akhirnya, dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono menyarankan kepada ahli waris untuk menempuh jalur hukum dengan menggugat Pemkot Surabaya. Hanya saja, mereka juga harus menunjukkan bukti-bukti secara hukum kepemilikan lahan tersebut.

“Resume rapat, kami minta kuasa hukum ahli waris untuk menempuh jalur hukum. Karena pemkot belum ada kejelasan tentang ganti rugi Rp 170 juta sejak tahun 2000 hingga sekarang kepada ahli warisnya, ” ujar dia.

Lebih jauh, Bulek, panggilan Budi Leksono menuturkan, bahwa bukti-bukti kuat yang dimiliki ahli waris juga bisa sebagai bahan untuk melakukan gugatan dan 99 persen dapat dimenangkannya.

“Selama ini Wakijo, pemilik lahan rumah pompa air ini belum pernah menerima sepeser pun bentuk ganti rugi sebesar Rp 170 juta. Keputusan final hearing, kami serahkan kepada ahli waris untuk melakukan gugatan, ” tegas dia.

Terkait keinginan ahli waris agar kasus ini dapat diselesaikan secara musyawarah, Bulek menjelaskan, bahwa dirinya tidak tahu mengenai ganti rugi tersebut sudah ada apa belum. Namun, kenyataannya lahan itu sudah tercatat di aset Pemkot Surabaya. Artinya ada oknum yang diduga memanfaatkan, menerima, dan mempermainkan anggaran Rp 170 juta tersebut.

“Sebenarnya ahli waris ini berharap uluran tangan atau bantuan dari Pemkot Surabaya. Tidak menunggu terlalu lama atau hingga menempuh jalur hukum. Tapi semua itu kita kembali kepada Pemkot Surabaya,” ungkap politisi PDIP Surabaya ini.

Sementara kuasa hukum ahli waris, Jery mengungkapkan kekecewaanya atas hasil hearing kali kedua di Komisi A DPRD Surabaya.

“Keinginan ahli waris kasus tanah ini bisa di musyawarahkan dengan Pemkot Surabaya. Namun, kita tetap disarankan menempuh jalur hukum menggugat Pemkot Surabaya atas tidak memberikan ganti rugi sebesar Rp 170 juta kepada kliennya,”jelas dia.

Kekecewaan
Jery bertambah karena pemkot tidak bisa menunjukkan bukti pembayaran Rp 170 juta saat itu pengadaan telah mengeluarkan nilai yang harus dibayar kliennya.

“Ternyata dalam hearing ini, tidak ada dokumen dari pemkot yang bisa ditunjukkan ke kita. Berarti indikasi bahwa kliennya tidak menerima uang tersebut. Jadi kami disarankan menggugat secara hukum,”tandas dia.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati menuturkan, bahwa rumah pompa Semolowaru 1 Semampir diklaim salah satu ahli waris dan belum pernah mendapatkan ganti rugi.

“Rumah pompanya dibangun sejak 1990, kemudian tercatat masuk aset pemerintah 2001. Jadi tidak mungkin kita memberikan ganti rugi. Kami sarankan kepada ahli waris bisa menempuh jalur hukum saja,” pungkasg dia. KBID-BE

Related posts

Ambil Sampel DNA, Tim DVI Polda Jatim Datangi Rumah Korban Pesawat Sriwijaya Air di Kediri

RedaksiKBID

Rem Blong, Truk Trailer Seruduk 7 Motor dan Dua Mobil

RedaksiKBID

Pasar Kapasan Ditutup Lantaran Ditemukan PDP, John Thamrun: Tidak Ada Koordinasi, Bikin Pedagang Resah

RedaksiKBID