
KAMPUNGBERITA.ID – Salah satu kandidat yang digadang-gadang bakal maju dalam Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya 2020, Whisnu Sakti Buana mengaku siap menerima tantangan PC GP Ansor Surabaya untuk menandatangani Pakta Integritas menolak dan menangkal faham radikalisme di Surabaya.
Sebelumnya, WS – sapaan Whisnu Sakti Buana- dengan tegas mendukung langkah Presiden Joko Widodo menolak pemulangan anggota ISIS eks WNI ke Indonesia.
“Sekali lagi ini tidak lagi bicara kemanusiaan. Ini demi kedaulatan dan keutuhan Negara,” kata politisi PDIP Jatim ini.
Faham Radikalisme di Surabaya ditengarai sudah mulai masuk ke masyarakat. Sehingga perlu penanganan bersama-sama untuk pencegahannya. “Sekarang saya tanya, apa Ansor siap bergerak juga?,” kata dia.
Sebelumnya, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Surabaya menyoroti serius penolakan anggota ISIS eks WNI kembali ke Indonesia. GP Ansor Surabaya mendukung langkah tersebut. Ketua PC GP Ansor Surabaya, HM Faridz Afif bahkan menantang kandidat Kontestan yang akan maju Pilwali Surabaya 2020, mendukung langkah penangkalan faham radikalisme.
Bentuknya, dengan ikut bersama-sama menangkal dan memberantas paham radikalisme yang ditengarai masih aktif di Kota Pahlawan.
”Kami tantang mereka, berani menandatagani Pakta Integritas menetang paham radikal apa tidak, sebab ini jadi cerminan dalam mengelola Surabaya ke depan,” katanya, siang tadi.
Itu dikatakan Gus Afif setelah mengamati adanya dugaan paham radikalisme yang sudah masuk di tubuh ASN, yang terlibat dalam organisasi yang dilarang oleh Pemerintah.
Ia menyatakan, Surabaya menjadi pintu gerbang untuk meraih kemenangan tidak hanya dalam tataran nasional, tapi juga internasional. ”Ada ujar-ujar, siapa yang bisa menguasai Surabaya, maka Indonesia bisa digenggam,” kata dia.
Gus Afif menambahkan, penyusupan terhadap paham radikal di Surabaya perlu ditangkal. “Untuk itu, mari, para Bacawali-bacawawali, kita putuskan hari ini semuanya menolak faham radikal dengan menandatangani Pakta Integritas,” katanya.KBID-NAK

