KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

KPK Siap Telusuri Dugaan Penyelewengan Bopda di Surabaya

Ketua KPK, Agus Rahardjo.@KBID2018

KAMPUNGBERITA.ID – Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan pihaknya akan meneliti dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) di Surabaya. Sebelumnya Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini meminta KPK untuk turun ke Surabaya menyelidiki kasus dugaan penyelewengan dana Bopda.

“Saya baru dengar soal itu. Kita punya hubungan baik dengan Bu Risma, kita akan tanyakan kalau memang ada indikasi ke sana,” katanya di sela Mou KPK dengan UM Surabaya di kampus UM Surabaya pada Senin (27/8).

Agus Raharjo mengatakan, KPK akan bergerak kalau ada penyelenggara negara seperti wali kota, bupati, dan DPRD yang diduga terlibat dalam penyelewengan. Sedangkan kalau di tingkat dinas, pihak penegak hukum lain yang akan bergerak. Ia menyatakan KPK akan selalu terbuka dengan instansi pemerintahan dalam pencegahan korupsi.

“Kami selalu terbuka, karena di banyak kasus dalam fungsi kami melakukan koordinasi dengan pendampingan kalau ada pihak pemerintahan yang kesulitan dalam penghitungan keuangan negara. ini seharusnya berjalan selaras. Kita akan teliti kalau ada indikasi penyelewengan itu,” tegasnya.

Sementara itu saat ditemui usai menerima perwakilan ULGC Aspac di ruang kerjanya pada Sabtu (25/08/2018), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku belum mengetahui hasil audit dana Bopda untuk SMP, karena belum tuntas kegiatan auditnya.

“Aku tidak berani menyampaikan sekarang karena ini menyangkut persoalan pengelolaan keuangan, nanti kalau sudah tuntas akan saya sampaikan,” ujarnya.

Audit itu sudah berjalan 3 hari, dan tidak hanya dilakukan kepada SMP swasta. Audit itu dilakukan bersamaan dengan SMP Negeri, karena itu juga akan menjadi bahan evaluasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Malah sebelumnya tidak pernah kita lakukan kepada sekolah swasta. Itu kita lakukan setelah ada pengaduan soal penahanan ijazah,” tegasnya.

Tapi menurut Risma audit Bopda kepada SMP Swasta sebenarnya sudah pernah dilakukan sebelumnya terhadap beberapa sekolah. Risma juga membantah kalau hasil audit itu nantinya berhubungan dengan persoalan kurangnya murid di SMP swasta. KBID-NAK

Related posts

Dukung Tambahan Anggaran Rp 69 di MPAK, Komisi D Berharap RSUD Eka Candrarini Tingkatkan Layanan dan Fasilitas Kesehatan

Baud Efendi

Gelar Seminar, Baznas Kota Malang harus Berani Lakukan Audit Eksternal

RedaksiKBID

Takziyah Korban Tol Sumo, Ketua Fraksi PKS Pimpin Doa dan Beri Bantuan, Pastikan Hak Korban Terpenuhi

RedaksiKBID