KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

PPKM Diperpanjang, DPRD Surabaya Minta Ada Kelonggaran untuk Usaha Kecil

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr Akmarawita Kadir.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang diminta memberi ruang gerak pada pelaku usaha kecil untuk menjalankan usahanya.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr Akmarawita Kadir menuturkan, PPKM level 4 masih diperlukan jika melihat Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit masih tinggi. Selain itu, ketersediaan tempat tidur di ruang ICU juga belum turun.

Meski PPKM level 4 diperpanjang, dia menyarankan agar pelaksanaan di lapangan butuh disertai kelonggaran, terutama bagi aktivitas perdagangan pelaku usaha kecil. “Sudah banyak masyarakat yang menjerit karena kondisi ini, meski sudah mendapatkan bantuan sosial tunai dan sembako,” katanya.

Selama perpanjangan PPKM, lanjut Akmarawita, yang patut menjadi perhatian utama adalah disiplin protokol kesehatan (prokes) 5 M. “Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” jelasnya.

Selain itu, Akmarawita menekankan perlunya pengawasan terhadap usaha-usaha kecil. “Kalau warung makan atau warkop misalnya, tetap harus dipantau jumlah pengunjungnya. Jangan sampai menimbulkan kerumunan,” tegasnya.

Akmarawita juga berpesan kepada masyrakat agar tetap waspada, karena pandemi Covid-19 belum berakhir. “Protokol kesehatan 5M itu kuncinya untuk memutus penularan Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Pemkot Surabaya akan mengedepankan sosialisasi dengan pendekatan humanis di luar penindakan. Pihaknya mengutamakan edukasi tentang pentingnya protokol kesehatan (Prokes). Di antaranya, sosialisasi dilakukan berdampingan dengan pembagian sembako kepada masyarakat yang terdampak. Terutama, yang terdampak dalam bidang ekonomi.”Kami memberikan bantuan sosial sekaligus memberikan imbauan prokes,” ungkap walikota Surabaya, Eri Cahyadi.

Di samping itu, pihaknya juga menggenjot pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Dengan lebih banyak warga yang mengurangi mobilitas, diharapkan bisa memanfaatkan waktu untuk vaksinasi. Sekalipun, pihaknya masih terkendala dengan stok vaksin yang terbatas. “Harapan kami, mumpung keadaan gini, vaksin digenjot. Sebenarnya begitu. Kalau ada vaksin, kami enak menyalurkannya,” pungkasnya. KBID-PAR

Related posts

Tahapan Kampanye, Selain Debat Publik, KPU Surabaya Fasilitasi Paslon Pemasangan Baliho di 153 Kelurahan

Baud Efendi

Tembus 4 Besar Pemilu di Surabaya, Partai Golkar Jadi Objek Penelitian Mahasiswa UIN Sunan Ampel

Baud Efendi

Gandeng Pengwil INI, Kemenkumham Jatim Salurkan Bantuan 4.300 Paket Sembako

RedaksiKBID