KampungBerita.id
Kampung Gaya Kampung Raya Lakone Surabaya Teranyar

Dianugerahi Gelar Adat Dayak Ngaju dan Maanyan, Mama Evi Perkukuh sebagai Ibu Segala Bangsa

Grace Evi Ekawati.@KBID-2026

KAMPUNGBERITA ID-Masyarakat Dayak Kalimantan Tengah memberikan penghormatan tertinggi kepada Grace Evi Ekawati. Pemberian penghargaan itu kian memperkukuh Mama Evi sebagai simbol persatuan antar-etnis di Jawa Timur. Ibu Segala Bangsa.

​Dalam sebuah prosesi adat yang khidmat di Surabaya, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI Kota Surabaya sekaligus Ketua Umum Perbasi Jatim ini resmi menyandang gelar kehormatan dari dua suku Dayak terbesar, yaitu Ngaju dan Maanyan.

Ketua Panitia Penyelenggara, Thomas A Tanjung mengungkapkan, bahwa penyematan ini bukanlah tanpa alasan. Menurut dia, kontribusi Mama Evi dalam bidang sosial telah dirasakan nyata oleh masyarakat luas.
​”Kami menyematkan ini pada Bunda Evi karena kontribusinya yang luar biasa di bidang sosial. Beliau juga mendapat julukan ‘Ibu Segala Bangsa’ karena komitmennya menyatukan seluruh suku, sejalan dengan visinya sebagai Ketua Umum Persatuan Etnis dan Suku,” ujar Thomas.

Dia menambahkan, bahwa Mama Evi selalu mengajarkan nilai kasih sayang di tengah keberagaman Surabaya. “Beliau bahkan memiliki pemikiran untuk mengadakan halal bihalal, paskah, atau acara keagamaan lainnya secara bersama-sama. Ini adalah contoh nyata bersatu di tengah keanekaragaman,” imbuh dia.

Ketua HWKTS, Kalmante Tibu, menjelaskan bahwa gelar yang diberikan kepada Mama Evi memiliki makna mendalam dalam bahasa Dayak. Evi kini dipanggil dengan sebutan yang melambangkan sosok ibu bagi semua orang.
​”Dalam bahasa Ngaju, Ibu disebut Umai atau Indu Ita. Sedangkan dalam suku Maanyan disebut Ine Takam, yang artinya Ibu Kita atau Ibu bagi orang-orang. Gelar ini sangat cocok dengan julukan ‘Ibu Segala Bangsa’ yang melekat pada beliau,” jelas Kalmante Tibu dengan bangga.

Menerima penghormatan tersebut, Grace Eva Ekawati menegaskan, bahwa predikat ini adalah amanah untuk terus terjun langsung ke masyarakat. Dia meyakini bahwa kerukunan tidak bisa hanya dilihat dari data statistik, melainkan harus dirasakan kehadirannya melalui tindakan nyata.
​”Menjadi ketua bukan cuma statistik, tapi menerjuni bagaimana menjaga kerukunan bagi semua warga masyarakat. Bisa diterima oleh semua kalangan adalah sebuah perilaku yang luar biasa,” tutur Mama Evi.

Mama Evi yang juga Ketua Umum Perbasi Jatim, mengajak
seluruh pihak untuk terus melestarikan adat istiadat sebagai kekayaan nasional. “Tugas saya adalah memastikan hadirnya saya bisa menjadi perekat dan pendamai. Kelestarian adat, khususnya Dayak, adalah kekayaan Indonesia yang harus kita jaga bersama,” tegas dia.

​Dengan bergabungnya Mama Evi sebagai bagian dari keluarga besar Dayak, diharapkan semangat toleransi dan gotong royong antar-suku di Jawa Timur, khususnya Surabaya, akan semakin kuat dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. KBID-BE

 

Related posts

DPRD Surabaya Apresiasi KBS Pinjamkan Komodo ke iZoo Jepang, Yuga Pratisabda Sebut Prestasi Konservasi Luar Biasa!

Baud Efendi

Polda Jatim Siap Amankan Pilkada Serentak 9 Desember 2020

RedaksiKBID

Satpol PP Bojonegoro Gelar Donor Darah dan Baksos dalam Rangka Hari Jadi Instansi

DJUPRIANTO