KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Surabaya PPKM Level 1, Fraksi PSI Dorong Pemkot Gelar Pertunjukan Seni Budaya

Ketua Fraksi PSI Surabaya Tjutjuk Supariono. KBiD-2022

KAMPUNGBERITA.ID- Status Surabaya dipastikan masuk PPKM Level 1 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 18 Tahun 2022 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, Level 2, Level 1 di wilayah Jawa dan Bali.

Ini juga merujuk tren kasus Covid-19 yang menunjukkan tren menurun setiap harinya. Sehingga beberapa fasilitas umum seperti Alun-Alun Kota Surabaya, pelaksanaan car free day (CFD), serta sejumlah taman kota kembali dibuka.

Dengan adanya pelonggaran aktivitas ini, Ketua Fraksi PSI Surabaya, Tjutjuk Supariono mendorong agar Pemkot Surabaya dapat kembali menggelar kegiatan pertunjukan seni budaya secara reguler dan berkala.

“Subsektor kreatif yang paling terdampak dengan adanya pandemi Covid-19 ini adalah para pekerja seni. Saat saya turun ke lapangan, banyak seniman yang mengeluhkan bahwa mereka tidak ada pemasukan selama pandemi karena job sepi,” kata Tjutjuk, Selasa (22/3/2022).

Memang banyak diantara mereka yang menggantungkan hidupnya dari pertunjukan seni. Sementara, pembatasan ketat memang sebelumnya diterapkan pada acara seni dan budaya untuk menekan penyebaran kasus Covid-19.

Menurut dia, dampak dari pandemi Covid-19 ini memaksa banyak seniman untuk beralih profesi menjadi tukang ojek online, berjualan sayur, dan menjual harta bendanya untuk menyambung hidup. Para pemilik sanggar pun banyak yang terpaksa menutup usahanya karena tidak ada pemasukan dari murid-murid yang sebelumnya belajar seni di sanggar tersebut.

“Melihat angka kasus Covid-19 di Surabaya yang berangsur-angsur turun, saya mendorong agar Pemkot Surabaya dapat menghidupkan kembali seni dan budaya dengan menggelar pertunjukan seni secara berkala di Alun-Alun Surabaya, Balai Pemuda, maupun di Jalan Tunjungan,” ujar Tjutjuk yang juga anggota Komis D DPRD Kota Surabaya ini.

Di satu sisi, dia juga mengapresiasi adanya pertunjukan virtual yang sudah diadakan oleh pemkot selama masa pandemi. “Namun, saya melihat bahwa antusiasme masyarakat tidak sebesar pertunjukan yang diadakan secara offline. Sudah terlalu lama para seniman menunggu kepastian untuk kembali melaksanakan pertunjukan seni,”tandas dia.

Selain itu, dalam rangka mewadahi dan memfasilitasi bakat seni di masyarakat, dia berharap adanya pembinaan dan perhatian secara intens yang diberikan oleh pemkot.

“Sewaktu muda, saya dulu juga seorang musisi. Saya paham betul bagaimana susahnya kami untuk berkarya karena terkendala biaya. Saat saya bertemu teman-teman seniman milenial, permasalahannya pun masih sama, hanya mereka yang punya uang yang bisa bermusik,” jelas dia. KBID-BE

Related posts

Forkopimda Jatim Bagikan Masker ke Pedagang dan Pengunjung Pasar Kapasan Surabaya

RedaksiKBID

Situng KPU Surabaya Sementara Pasangan Khofifah-Emil Unggul

RedaksiKBID

Peserta Membludak dan Berpotensi Terjadi Klaster, PSI Minta Pemkot Surabaya Memecah Sentra Vaksinasi

RedaksiKBID