KampungBerita.id
Kampung Raya Surabaya Teranyar

Buntut Griya Werdha Jambangan Overload, Komisi D Dorong Pemkot Surabaya Bangun Griya Werdha per Wilayah

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah.@KBID-2022.

KAMPUNGBERITA.ID-Rencana Pemkot Surabaya menambah satu lagi UPTD Griya Werdha di Sonokwijenan, Kecamatan Sukomanunggal untuk menampung lansia di Kota Surabaya, karena Griya Werdha di Jambangan sudah overload, disambut positif DPRD Kota Surabaya.

“Kami bersyukur Pemkot punya rencana membangun lagi Griya Werdha. Apalagi yang di Jambangan sudah overload, “ujar Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah, Selasa (12/7/2022).

Namun jika memungkinkan, Khusnul justru mendorong kalau bisa pembangunan Griya Werdha itu dilakukan per wilayah. Misalnya di Surabaya Barat, Surabaya Timur, Surabaya Utara, Surabaya Selatan, dan Surabaya Pusat. Sehingga tidak menumpuk di salah satu Griya Werdha.

Sementara untuk mengurai overload, lanjut Khusnul, selain membangun Griya Werdha yang baru, juga harus kerja sama dengan Griya Werdha-Griya Werdha milik sosial. “Misalnya milik organisasi kemasyarakatan (ormas). Mereka bisa kita ajak kerja sama,”ungkap dia.

Artinya, kata politisi PDI-P ini, kalau kemudian Griya Werdha milik Pemkot Surabaya yang dikelola Dinas Sosial (Dinsos) overload, maka bisa dititipkan di sana dengan pembiayaan dari Pemkot Surabaya.”Jadi, semuanya tidak menggantungkan kepada Griya Werdha yang kita miliki, “tandas dia.

Kemudian timbul pertanyaan, siapa yang berhak menempati Griya Werdha tersebut? Khusnul mengaku, memang tidak semua lansia tinggal seorang diri atau sebatangkara. Tapi juga karena anaknya tidak bisa menjaga, sehingga dititipkan.
“Ini harus ada standar operasional prosedur (SOP) yang pas. Seharusnya kita ini kan takzim kepada orangtua, tapi kok sampai ada yang tidak bisa menjaga karena kesibukannya, ” beber Khusnul.

Sekali lagi, tegas dia, untuk melindungi lansia yang ada di Surabaya, Pemkot Surabaya tak bisa sendirian. Harus kerja sama dengan pihak lain.

Ditanya penghuni Griya Werdha itu apa ada yang dari luar daerah? Khusnul menyatakan jika penghuni Griya Werdha ini beda dengan psikotik. Kalau yang psikotik ini biasanya ditempatkan di Liponsos lebih dahulu. Kemudian disampaikan kalau ada keluarganya. Semisal Eyang Kung dan Eyang Uti tiba-tiba keluar rumah dan tak bisa kembali, pasti ada keluarga yang akan mengambilnya.

Namun kalau Griya Werdha ini memang tinggalnya di Surabaya. “Karena itu, SOP-nya harus kita perjelas lebih dulu, siapa yang bisa tinggal di sana, “tandas dia.

Selain pelibatan pihak lain yang memiliki lembaga sosial yang sama, Khusnul juga menyarankan kepada Pemkot juga untuk menggandeng pihak swasta. Misalnya, untuk lansia yang mampu. Karena di beberapa daerah berkembang itu ada untuk penitipan lansia dengan berbayar.

“Kalau melihat kasus keluarga yang mampu tapi tak ada anaknya yang menjaga harus ada opsi-opsi yang menurut saya harus dipastikan melalui SOP. Tapi biasanya ini yang MBR-MBR yang mereka memang hidup sebatangkara,” tutur dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Sosial Kota Surabaya akan membangun Griya Werdha baru Sonokwijenan, Kecamatan Sukomanunggal, karena Griya Werdha lama di Jambangan sudah overload.

Menurut Kadinsos Surabaya Anna Fajriatin, kapasitas Griya Werdha di Jambangan itu seharusnya menampung 160 orang, tapi sekarang sudah dihuni 184 orang.

“Griya Werdha yang baru nanti, akan memiliki daya tampung lebih besar, yakni 250 orang. Nanti juga akan ada petugas, dokter, dan perawat yang berjaga merawat lansia selama 24 jam, ” kata dia. KBID-BE

Related posts

DPRD Surabaya Ingin Jalin Hubungan Lebih Harmonis dengan Kejaksaan

Baud Efendi

Isi Materi di Fakultas Hukum Unair, Ketua DPD RI Bedah Soal HAM dan Cita-cita Bangsa Sesuai Konstitusi

Baud Efendi

Minimalisir Resiko Bencana, Polresta Sidoarjo Gelar FGD Bersama BPBD Sidoarjo

RedaksiKBID