KampungBerita.id
Kampung Raya Lakone Peristiwa Surabaya Teranyar

Milenial, Tak Malu Berkecimpung di Dunia Sinden

Angelica Wahyu (kanan) ketika mampir di ruang podcast Judes Indonesia, Selasa (12/7/2022).@KBID-2022.

KAMPUNGBERITA.ID-Sinden merupakan sebutan bagi para wanita yang bernyanyi mengiringi gending gamelan nyanyian tradisional Jawa.

Sinden selalu ada dalam pertujukan wayang atau yang menggunakan iringan gamelan.

Di zaman modern seperti ini, Sinden masih tetap digemari. Bahkan, masih ada anak muda atau milenial mau belajar dan menekuni kesenian budaya nenek moyang ini.

Adalah Angelica Wahyu. Gadis yang baru menginjak usia 21 tahun ini begitu mencintai kesenian Sinden Jawa.

Kecintaannya pada dunia tarik suara sudah digemari sejak duduk di bangku sekolah dasar. “Aku suka menyanyi dari kecil. Sejak aku SD. Mama itu sering nyanyiin (saya) pakai lagu-lagu Jawa dan aku sering ngikutin, mama ngelihat aku itu tertarik,” kata Angel saat mampir di podcast Judes Indonesia, media kreatif Pokja Wartawan DPRD Kota Surabaya, Selasa (12/7/2022).

Bagi Angel, menyanyi sudah menjadi bagian hidupnya. Dia totalitas dalam menekuni kesenian Sinden. Meski pertama kali genre yang dibawakan adalah pop. “Aku berangkat dari pop. Dulu suka nyanyi lagu pop, sampai sekarang suka. Tapi, di samping itu aku juga suka nyanyi Jawa,” tutur dia.

Menurut Angel, menyanyikan syair-syair Jawa tentu memiliki perbedaan ketimbang membawakan lagu genre lainnya. Didengarkan dari syairnya pun jauh berbeda.
“Aku suka syair-syairnya itu penuh dengan tebakan maknanya seperti apa. Itu enggak seperti lagu-lagu sekarang langsung to the point, itu enggak, ada sastra-sastranya,” jelas dia.

Di usianya yang masih terbilang milenial ini, dia tidak malu harus berkecimpung di dunia Sinden. Bahkan, ia merasakan ada suatu kenyamanan ketika melantunkan syair-syair Jawa. “Pastinya happy, ya. Karena selain bisa menyalurkan hobi, itu seperti merasa punya misi gitu, lho,” tandas dia

Dari hati yang paling dalam, dia mengajak semua insan, mulai kalangan tua sampai kalangan milenial untuk tetap mencintai dan menjaga kelestarian kesenian tradisional.

“Budaya ini harus tetap ada.
Yuk, kita maju bangun sama-sama, kita bangkitkan, kita hidupkan lagi kesenian ini supaya tetap lestari,”pungkas dia penuh semangat. KBID-BE

Related posts

Dukung Program Pemkab Bojonegoro, Dandim Ikuti Donor Darah

RedaksiKBID

Dampak Covid-19, Pemkot Surabaya Revisi Target PAD 2020

RedaksiKBID

Dukung Kenaikan Honor RT,RW dan LPMK, Fraksi Golkar: Minimal 3 Juta per Bulan

RedaksiKBID