KampungBerita.id
Kampung Raya Surabaya Teranyar

Dampak Proyek Tunnel TIJ-KBS, Komisi C: Kontraktor-Dishub Sepakat Perbaiki Rumah Retak dan Normalisasi Sumur

Komisi C DPRD Kota Surabaya hearing dengan warga Joyoboyo, Dishub Surabaya, PDAM Surabaya, terkait keluhan warga terdampak proyek TIJ-KBS.@KBID-2024.

KAMPUNGBERITA.ID-Komisi C DPRD Kota Surabaya menerima pengaduan sejumlah warga Joyoboyo, Selasa (12/11/2024). Mereka ini adalah warga yang rumahnya mengalami keretakan dan sumurnya kekeringan sebagai dampak proyek pembangunan tunnel atau terowongan penghubung Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) menuju Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Ketua RT 01-RW 6, Kelurahan Sawunggaling, Muhammad Sholahuddin mengatakan. dampak pemasangan tunnel TIJ-KBS menghambat sumber air dari sumur yang awalnya normal sekarang ini mengalami kebuntuan dan kekeringan.

“Dampak pemasangan
konstruksi Steel Sheet Pile (SSP)nya, sumur besar yang dipakai warga airnya berubah keruh dan saat ini kering, ” ujar dia.

Sebelum ada proyek tunnel TIJ-KBS sepanjang 160 meter, sumur yang memiliki kedalaman delapan meter itu airnya sangat jernih. Bahkan, bisa dikonsumsi langsung.

“Untuk kebutuhan air bersih sehari-hari warga terdampak mengungsi ke musala untuk mendapatkan air PDAM, ” ujar dia.

Bahkan, pihak kontraktor sudah menyanggupi dan menjamin ketersediaan air yang dibutuhkan warga, sambil menunggu pencabutan SSP.

“Kalau SSP itu dicabut kemudian sumber air masih belum muncul, maka kita bisa koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, selalu pemberi pelaksana proyek,” jelas dia.

Selain masalah air, lanjut dia, juga terjadi keretakan bangunan rumah dan juga kebisingan. Bahkan, getaran pemasangan SSP juga mengganggu aktivitas warga. “Yang paling banyak terdampak itu adalah warga RT 11/RW-6, yakni kurang lebih ada 50 KK,” beber dia seraya menambahkan semua permasalahan ini terjadi sejak awal September 2024 atau sejak pemasangan besi plan. Karena kedalaman besi plan itu sampai 12 meter. Sementara untuk penggalian sumber air atau sumur itu kedalaman delapan meter saja sudah muncul air

Menanggapi keluhan warga,
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati mengatakan, warga yang terdampak proyek mengadu soal rumah retak, sumur kering, dan suara bising. Ini
harus mendapatkan solusi secepatnya agar aktivitas warga tak terganggu.

“Keretakan rumah itu terasa di radius 50 meter dari pusat pembangunan tunnel dan belum ada perbaikan, ” tandas dia.

Kemudian soal sumur, dia menjelaskan, semua warga kegiatan sehari-harinya melalui sumur, baik itu untuk mandi, cuci, semuanya dari sumur. Ternyata dengan pemasangan SSP itu sumurnya mengalami kekeringan. Sehingga mereka harus mengungsi ke musala.

“Jadi warga mengharapkan ada perbaikan dalam dua hal di atas. Alhamdullillah pihak Dishub menyampaikan kalau SSP-nya dicabut, airnya akan kembali normal. Dishub juga menjamin kalau nanti air belum normal, mereka akan bertanggungjawab untuk proses normalisasi 9 sumur terdampak,” ungkap dia

Demikian juga dengan rumah retak, politisi PKS ini menjelaskan bahwa kontraktor pelaksana proyek TIJ, PT Jaya Etika Teknik juga sudah menampung keluhan keretakan rumah warga. Bahkan, tidak hanya dalam radius 50 meter saja, tapi yang di atas 150 meter yang terdampak dokumentasinya bisa disampaikan untuk diakomodir oleh pihak kontraktor.

“Semua keluhan diakomodir leh kontraktor pelaksana, Tidak hanya yang di radius 50 meter, tetapi diatas radius itu juga di perhatikan kondisinya,” terang dia.

Kemudian dari DLH, lanjut dia, Komisi C juga wanti wanti betul agar air yang terdampak oleh pembangunan tunnel, ketika dinormalisasi tidak akan berdampak gatal-gatal, bau dan menyebabkan kualitas air tidak sesuai dengan air yang selama ini dipakai.

“Kontraktor sudah menandatangani surat kesepakatan dengan Dishub. InsyaAllah pelaksanaan ya dalam pekan ini bisa selesai dan normal kembali,”pungkas dia.KBID-BE

Related posts

2022, Indonesia Dapat Tambahan Kuota Haji 10.000

RedaksiKBID

Delapan CJH Kuota Regular di Sumenep Belum Lunasi Biaya Haji

RedaksiKBID

Tak Mampu Bayar Setoran, Mobil Rental Dibawa Kabur

RedaksiKBID