KampungBerita.id
Kampung Bisnis Kampung Raya Surabaya Teranyar

Pasar Tembok Dukuh Ditata Ulang, Pedagang yang Jual di Luar Wajib Masuk

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Moch Machmud.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID-Penertiban dan rehabilitasi Pasar Tembok Dukuh, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, yang digulirkan Pemkot Surabaya mendapat apresiasi DPRD Kota Surabaya.

Pasar tradisional yang mayoritas pedagangnya memilih berjualan di luar dan sempat dikeluhkan masyarakat sebagai penyebab kemacetan, kini dibenahi secara menyeluruh.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Moch Machmud, menyebut langkah Pemkot sebagai kemajuan nyata. “Ini sebuah kemajuan. Pasar Tembok Dukuh itu pasar lama yang berhimpitan dengan TPU Tembok Gede. Mungkin pasar tersebut sudah ada sejak zaman Belanda,” ujar dia, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Machmud, rehab meliputi pengurukan lantai agar sejajar dengan jalan raya, penataan lapak, serta pemasangan atap. Dia menilai proses kali ini berjalan cepat tanpa polemik. “Enggak banyak cerita, langsung ada aksi,”tandas dia.

Machmud menekankan seluruh pedagang yang berjualan di luar harus dipindahkan ke dalam pasar sesuai kategori dagangan. Lapak di dalam pasar juga harus dioptimalkan agar tidak kosong. “Jual daging dan ayam di sebelah sini, barang kering di sebelah sana. Kalau pedagang luar dibiarkan, yang di dalam pasti mati,”ungkap dia.

Politisi senior Partai Demokrat ini berharap pedagang mengikuti penataan demi terciptanya pasar yang nyaman, higienis, bebas banjir, dan tidak kumuh. “Tidak ada lagi tikus-tikus yang berkeliaran di bawah lapak-lapak,” ucap dia.

Senada, anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menyebut pedagang menyambut baik penataan dan pengembalian fungsi pasar. Mereka bahkan bersedia memindahkan dagangan sementara selama perbaikan berlangsung. “Bagi mereka yang penting bisa tetap berjualan di sana dan sewanya tidak membebani. Mereka ini pedagang resmi yang sewa stan,” ujar dia.

Buleks, sapaan akrab Budi Leksono menambahkan, sebelum rehab dilakukan, Pemkot sudah mengajak pedagang berdialog dan bersosialisasi untuk mencegah miskomunikasi serta gangguan dari pihak yang tidak berkepentingan.

Terkait kemacetan di kawasan Tembok Dukuh, Buleks menegaskan, kemacetan lebih disebabkan pedagang liar di bahu jalan yang mayoritas bukan warga setempat. Pada hari tertentu seperti menjelang Ramadan dan Lebaran, peziarah TPU Tembok Gede yang parkir di tepi jalan juga memperparah arus lalu lintas. “Tapi kalau hari biasa tak ada kemacetan. Pedagang luar harus dimasukkan ke dalam pasar karena kalau dibiarkan akan merugikan pedagang resmi,” tandas dia.

Direktur Utama Perseroda Pasar Surya Surabaya, Agus Priyo Akhirono, menambahkan lantai pasar ditinggikan untuk mencegah banjir. Pasar hasil rehab mampu menampung sekitar 120 pedagang. Untuk pedagang unggas, dia hanya memperbolehkan penjualan dalam bentuk daging. “Mereka tak boleh menyembelih di pasar karena limbahnya akan mencemari lingkungan,” pungkas Agus. KBID-BE

Related posts

Polisi di Sidoarjo Gandeng Wartawan Masifkan Vaksinasi Bagi Masyarakat

RedaksiKBID

Berbekal Rekaman CCTV, Polisi Tangkap Begal Payudara Mojokerto

RedaksiKBID

Pansus Tolak Raperda Persetujuan Penghapusan Sebagian Lahan Aset PD Pasar? Aldy: Butuh Satu Pertemuan untuk Finalisasi

Baud Efendi