KampungBerita.id
Teranyar

Kontraktor Hotel Patra Wajib Tanggung Jawab Pipa PDAM Putus, Baktiono Minta PAM Surya Sembada Hitung Kerugian Air

 

Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID-Pipa PDAM berdiameter 250 mm di Jalan Golf, Gunungsari putus pada Sabtu (10/10/2026) akibat dampak aktivitas pekerjaan pemancangan beton pracetak jembatan pada proyek Hotel Patra Surabaya.

Peristiwa ini mendapat sorotan tajam dari anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono. Menurut dia, sebelum proyek besar dimulai, kontraktor wajib berkoordinasi dengan instansi pemilik jaringan bawah tanah, termasuk Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PDAM.
“Jadi, sebelum membangun, apalagi proyek besar seperti Hotel Patra yang ada di daerah Gunungsari itu pertama harus koordinasi dengan instansi yang mempunyai jaringan yang ada di bawah tanah. Yang mempunyai jaringan di bawah tanah itu di antaranya PGN dan PDAM,” ujar dia, Selasa (13/10/2026).

Politisi senior PDI-P ini
menduga tidak ada surat pemberitahuan ke PDAM maupun PGN sebelum pemancangan. “Seharusnya koordinasi. Lha, di situ adakah surat-surat atau pemberitahuan ke dua instansi tersebut? Dan kelihatannya itu tidak ada. Kenapa? Kalau ada dari PDAM pasti memberitahukan di mana pipa-pipa yang ditanam di bawah tanah itu yang dilalui jaringan PDAM,” ungkap dia.

Pipa yang putus disebutnya merupakan pipa sekunder.
“Apalagi yang kena itu adalah pipa sekunder. Pipa sekunder itu pipa yang sedang dan besar. Pipa pertama kan pipa primer, sekunder, tersier. Itu pipa sekunder. Dan itu cukup besar karena bisa berpengaruh terhadap beberapa kampung area kelurahan sekitar,” jelas dia.

Lebih jauh, Baktiono menekankan kontraktor harus bertanggung jawab penuh atas kerusakan.
Maka dari pihak kontraktor harus memperbaiki dan membiayai sampai tuntas.

Selain itu, dia juga meminta PAM Surya Sembada segera turun tangan memastikan pelayanan air ke warga terdampak tidak terganggu.
“Dari PDAM sendiri itu harus segera turun tangan yaitu untuk bisa memberikan pelayanan air bersih baik beberapa tangki maupun beberapa aliran yang bisa dialihkan untuk bisa memberikan pelayanan air bersih ke warga yang terdampak. Artinya, warga ini tidak boleh susah dan tidak boleh gelisah,” tegas dia.

Tapi dalam perkembangannya, kegelisahan itu hanya sementara karena ada tindakan dari PAM Surya Sembada yang cukup baik, masif dengan adanya direktur yang baru.”Ini salah satu ujian pertama tentang jaringan PDAM,” tambah dia.

Terkait perbaikan cepat yang dilakukan manajemen PAM Surya Sembada, Baktiono mengapresiasi namun meminta kerugian air akibat kebocoran dihitung dan ditagihkan ke kontraktor. “Ya, memang harus. Hitungan nanti yang penting tadi diperbaiki jangan sampai ada kerugian air karena kebocoran yang cukup besar itu. Kerugian air yang keluar itu harus dihitung berapa meter kubik. Itu nanti ditagihkan di situ. Jadi, tagihan-tagihan itu harus dihitung dengan cermat dan segera dilunasi,” beber dia.

Terkait perlu atau tidaknya kasus ini hearing, Baktiono menilai jika penanganan sudah tuntas dan kontraktor kooperatif maka hearing tidak perlu dilakukan. KBID-BE

Related posts

Dampak Covid-19, Transport Logistik Kekurangan Barang Angkutan hingga 30 Persen

RedaksiKBID

UNITOMO dan Dolly English Community Perkuat Percaya Diri Siswa lewat Pelatihan Speaking Kontekstual

DJUPRIANTO

Laporkan Dugaan Pelanggaran Prokes Ultah Gubernur Jatim, Aktivis 98 Datangi SPKT Polda Jatim

RedaksiKBID