KampungBerita.id
Madrasah Matraman Teranyar

Atap SDN Mlaras Jombang Ambrol, Siswa Belajar di Lahan Parkir

Atap SDN Mlaras yang ambrol dan tak layak untuk proses belajar mengajar

KAMPUNGBERITA.ID – Puluhan siswa SDN Mlaras, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terpaksa belajar di tempat parkir selama dua bulan terakhir. Lantaran atap ruang kelas mereka jebol, sehingga kelas tak bisa ditempati.

Atap yang ambruk merupakan ruang kelas V dan VI di SDN Mlaras. Plafon kedua ruang kelas ini ambrol. Sementara genteng-genteng terpaksa diturunkan agar tak ikut berjatuhan.

Kepala SDN Mlaras Adi Susilo mengatakan, atap kedua ruang kelas itu ambrol sejak setahun yang lalu. Saat itu hujan mengguyur wilayah Mlaras dan sekitarnya.

Beruntung insiden ambrolnya atap itu terjadi pada sore hari. Sehingga 13 siswa kelas V dan 20 siswa kelas VI tak terkena reruntuhan bangunan.
“Ambruknya sore hari sehingga tak ada siswa di sekolah,” kata Susilo kepada wartawan.

Rusaknya atap ruang kelas tersebut, membuat kegiatan belajar-mengajar siswa kelas V dan VI dipindahkan ke tempat parkir. Namun, sejak sepekan kemarin, para siswa ini dipindahkan ke ruang kelas lama yang sebenarnya sudah tak ditempati.

Siswa SDN Mlaras saat mengikuti pelajaran

Menurut Susilo, ruang kelas kosong tersebut bekas SDN Mlaras 2 dan 3 yang sudah dimerger oleh pemerintah. “Sebelumnya kelas V kami tempatkan di tempat parkir sepeda selama dua bulan. Sejak kemarin kami pindahkan ke ruang kelas kosong itu,” jelasnya.

Susilo mengaku telah mengajukan proposal untuk rehabilitasi atap kedua ruang kelas ke Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang pada Juli 2018. Namun, sampai saat ini bantuan dari pemerintah tak kunjung turun. “Harapan kami secepatnya turun bantuan rehabnya,” tegasnya.

Ambruknya atap 2 ruang kelas ini diduga tak hanya akibat hujan deras. Salah seorang pengajar SDN Mlaras Wahab mensinyalir, buruknya kualitas bahan bangunan membuat atap ambrol.

“Atap kedua ruang kelas ini baru direhab sekitar 3 tahun yang lalu. Bahan yang digunakan rehab nampaknya kurang bagus. Baru setahun setelah direhab, atapnya sudah kelihatan rapuh,” tandasnya. KBJD-JBG

Related posts

Komisi B Mencak-Mencak, Pengembang Perumahan Nunggak PBB Rp 12 M Mangkir ketika Diundang Klarifikasi

Baud Efendi

Pantau Tagihan Pelanggan, PGN Luncurkan Apliaksi Mobile

RedaksiKBID

Jelang Pilwali, Komisi A DPRD Surabaya Ajak Masyarakat Tetap Jaga Persatuan

RedaksiKBID