KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Surabaya Teranyar

Bang Jo Ajak Pemuda Terlibat Aktif dalam Pembangunan Kota Surabaya

 

Bang Jo mensosialisasikan fungsi-fungsi kedewanan dan mengajak generasi muda terlibat aktif dalam pembangunan Kota Surabaya.@KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID-Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PKS, Johari Mustawan S.T.P. M.A.R.S, menegaskan pentingnya peran generasi muda (Gen Z) dalam mendorong pembangunan daerah. Karena itu, dia mengajak para pemuda terlibat aktif dalam pembangunan di Kota Surabaya.

Hal ini disampaikan Johari Mustawan saat melaksanakan Penjaringan Aspirasi Masyarakat, Reses Tahun Sidang ke-2 Masa Persidangan ke-1 Tahun Anggaran 2025 bersama puluhan perwakilan pemuda (Karang Taruna), pelajar, mahasiswa, serta komunitas kreatif Surabaya Barat di Jalan Raya Kupang Indah 19, Jumat (12/9/2025) malam.

Menurut Bang Jo, sapaan Johari Mustawan, menyongsong Surabaya Emas 2045, tentu para pemuda inilah yang nantinya punya peran penting dan akan menjadi pemimpin di Kota Surabaya, bahkan di negeri ini. “Sehingga kalau tidak sekarang, nanti akan terlambat mempersiapkan mereka untuk memimpin Kota Surabaya,” ujar dia.

Untuk itu, dia berharap pemuda Surabaya terlibat aktif dalam proses pengambilan kebijakan publik dan ikut mewujudkan visi daerah yang maju, inklusif, dan berdaya saing.

Bang Jo dialog interaktif dengan para pemuda.@KBID-2025.

Selain serap aspirasi, Bang Jo juga mensosialisasikan perangkat-perangkat daerah, termasuk fungsi-fungsi kedewanan, komisi-komisi, dan badan yang ada di DPRD Kota Surabaya. Dengan begitu, mereka bisa memahami tugas dan kewenangan DPRD Kota Surabaya dan juga program-program yang ada di Kota Surabaya, khususnya untuk bidang kepemudaan dan olahraga.

Sementara dalam dialog interaktif, sejumlah pemuda menyampaikan keluhannya soal pemerataan pendidikan, lowongan pekerjaan dan lain sebagainya. Bang Jo mengapresiasi sikap kritis para pemuda yang ternyata ikut mengamati betul tentang pendidikan di Surabaya, termasuk mengakses dan memeratakan di semua kecamatan yang ada di Surabaya.

Karena itu, Bang Jo memberikan catatan kepada Pemkot Surabaya agar memastikan tidak ada warga Surabaya yang masuk dalam usia pendidikan wajib belajar, putus sekolah. “Ini harus benar-benar dicek di tiap rumah. Sehingga semua warga Surabaya bisa mengakses pendidikan, baik itu dari lokasi dan juga masalah keterjangkauan biaya pendidikan,” tandas dia.

Selain itu, lanjut dia, juga menyoroti kualitas atau mutu pendidikan. Menurut Bang Jo, mutu pendidikan harus betul-betul dipastikan, baik sekolah negeri maupun swasta. Lembaga pendidikan harus memberikan sebuah nilai kualitas pendidikan yang baik, termasuk juga memberikan layanan pendidikan bagi disabilitas di Kota Surabaya,”ungkap dia.

Keberadaan sarana olahraga yang mengalami kerusakan dan butuh perbaikan juga disuarakan oleh pemuda.Terkait ini, Bang Jo menyatakan harapannya pada APBD 2026 akan disampaikan kepada Pemkot Surabaya agar mendapatkan perhatian lebih, terutama kepada Karang Taruna yang aktif di dalam masyarakat.
“Pemkot Surabaya harus memberikan perhatian berupa fasilitas olahraga dan juga budaya, kalau memang di wilayah itu sukanya budaya,”tandas dia.

Aspirasi yang disuarakan para pemuda ini, kata mantan Ketua DPD PKS Kota Surabaya ini, menjadi catatan penting untuk masukan reses bersama pemuda dan karang taruna, sehingga mereka diberikan ruang yang cukup untuk memberikan kontribusi di Kota Surabaya.

Bahkan Bang Jo mengaku pernah mendorong dan memberikan masukan adanya sebuah Youth Center di salah satu kelurahan untuk menjadi pilot project bagi 153 kelurahan di Kota Surabaya, baik untuk olahraga, wirausaha, bisnis maupun budaya bagi anak-anak muda. Sehingga perkembangan para pemuda diyakini akan lebih bagus dibanding dengan daerah-daerah yang lain.

Dia juga memuji kualitas anak -anak muda yang hadir di forum tersebut. Mereka menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi. Tidak hanya mendengarkan, tapi juga memberikan aspirasinya, dan bahkan banyak pertanyaan- pertanyaan yang menurut Bang Jo sangat bagus untuk memberikan masukan kepada DPRD maupun Pemkot Surabaya.

Hanya saja, sebut Bang Jo, kadang pemuda belum tahu apa yang harus dilakukan untuk berkontribusi. Untuk itu, dialog seperti ini sangat penting agar masyarakat, khususnya pemuda, semakin melek politik. Ya, politik itu sangat penting untuk anak muda dan politik juga harus berpihak kepada mereka. Karena itu, ke depan Bang Jo akan mengenalkan program- program Pemkot Surabaya yang bisa langsung dirasakan anak-anak muda, termasuk masalah lapangan pekerjaan. “Pemkot Surabaya harus memperhatikan anak-anak muda kita yang menjadi masa depan Kota Surabaya ini. Mereka tidak boleh kesulitan dalam mencari lowongan kerja maupun berwirausaha,” beber dia.

Bang Jo bersama pemuda di wilayah Surabaya Barat.@KBID-2025.

Terakhir, Bang Jo menyampaikan, sesuai Perda Kepemudaan Nomor 4 Tahun 2023, pemuda punya hak untuk diberikan pemahaman, diberdayakan dan diberikan pelayanan pemuda. Sehingga pemuda efektif sebagai penguatan moral, kontrol sosial dan Agen of Change
bagi Pemkot Surabaya maupun DPRD dalam memastikan semua kegiatan Pemkot Surabaya berdampak sosial yang baik kepada masyarakat. “Pemuda adalah Agen of Change karena mereka adalah unsur yang paling mudah beradaptasi dengan perubahan zaman. Sehingga Surabaya akan cepat berubah sebagai kota metropolis. Ini pasti diperlukan peran pemuda di situ,” tandas dia.

Bang Jo juga berharap pemuda bisa menjadi kekuatan moral bagi kota Surabaya, sehingga kalau ada hal-hal berkaitan dengan etika moral para pejabat pemerintah maupun DPRD, maka harapannya anak muda, kartar, mahasiswa ataupun yang lain bisa menjadikan kekuatan moral untuk mendorong agar Pemkot dan DPRD Kota Surabaya benar benar menjalankan fungsinya dengan sebaik-baiknya. KBID-BE

Related posts

Sudah Era 5.0, Ning Ita Ingatkan Keterbukaan Informasi Publik pada ASN

RedaksiKBID

PKS Tak Setuju, APBD Kota Surabaya 2019 Tetap Disahkan

RedaksiKBID

103 Kasus Positif Corona di Jatim, 22 Pasien Dinyatakan Sembuh

RedaksiKBID