
KAMPUNGBERITA.ID-Fenomena perang sarung di bulan Ramadan oleh para remaja di Jalan Kiai Abdul Karim, Rungkut Menanggal, Kecamatan Gunung Anyar pada Selasa (4/3/2025),mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Surabaya.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Surabaya, Tubagus Lukman Amin
menyebut fenomena perang sarung ini merupakan fenomena unik karena hanya terjadi di bulan Ramadan yang seharusnya mereka ini sadar bahwa ini bulan penuh berkah.
“Ini tugas semua pihak. Jadi, kita tidak bisa melimpahkan kepada aparat kemanan atau satpol PP saja, tapi harus melibatkan berbagai pihak termasuk organisasi kepemudaan di wilayah masing-masing.
“Alhamdullilah pada kejadian kemarin ada bantuan dari Banser untuk melerai perang sarung di Rungkut Menanggal, ” ujar dia.
Menurut dia, pola sinergitas ini seharusnya bisa dijadikan rujukan bagi Pemkot Surabaya bagaimana menciptakan kerja sama antara aparat keamanan, Satpol PP dengan ormas-ormas seperti Banser, Pemuda Pancasila (PP) dan lain sebagainya.
Mereka ini bisa diajak kerja sama untuk sama-sama memberantas aksi perang sarung yang cukup meresahkan masyarakat ini.
“Kalau di daerah tengah kota kemungkinan para remaja itu tidak berani melakukan perang sarung tersebut. Tapi di daerah pinggiran yang jauh dari jangkauan aparat keamanan dan Satpol PP, perlu diletakan. Karena
Operasi keliling yang dilakukan selama Ramadan, membutuhkan banyak personel dan ini harus tersebar di setiap penjuru kota Surabaya.
Karena itu, kata Tubagus Lukman Amin, ini diperlukan pendekatan yang komprehensif serta sinergi dan kolaborasi antara Pemkot Surabaya dengan berbagai elemen masyarakat.
“Aparat bisa mengajak organisasi kepemudaan dan keagamaan bekerjasama dan bahu membahu untuk memberantas dan mengatasi terjadinya fenomena perang sarung. Jadi kolaborasi ini bisa dijadikan solusi,” tegas dia.
Tubagus yang juga anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya ini menilai bahwa keterlibatan organisasi kepemudaan bisa lebih efektif, terutama dalam menjangkau wilayah pinggiran kota yang sering luput dari pantauan aparat.
Selain itu, Tubagus juga mengajak seluruh warga Surabaya untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan.
“Pada bulan yang penuh rahmat, penuh berkah, dan penuh ampunan, seharusnya kita semua, khususnya warga Kota Surabaya, saling menjaga agar bagaimana di bulan suci ini bisa sama-sama saling menghargai menciptakan kedamaian, keteduhan, dan ketenangan agar kita semua bisa tenang beribadah kepada Allah SWT,”pungkas dia. KBID-BE

