KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Perizinan Lengkap, Komisi C Soroti Drainase SPBU Jalan Ir Soekarno 18

SPBU
Komisi C DPRD Surabaya saat sidak ke SPBU di Jl Ir Soekarno.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Komisi C (Bidang Pembangunan) DPRD Kota Surabaya tidak menemukan pelanggaran perizinan pada proses pembangunan SPBU di Jalan Ir Soekarno 18. Hanya saja, ada sedikit permasalahan pada drainase (saluran air) yang dinilai kurang tepat dan tidak sesuai regulasi.

Persoalan ini ditemukan Komisi C saat sidak ke lokasi, Selasa (28/9/2021) siang.

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Baktiono mengatakan, setelah dicek di lapangan, semua perizinan SPBU tersebut sudah lengkap, termasuk amdal lalin dari Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR). Bahkan, pohon yang ditebang sudah diganti sesuai mekanisme aturan. Yakni enam pohon diganti 455 pohon. Ini ada tanda terimanya dan sudah disetorkan ke Kebun Bibit.

“Hanya saja, tadi kami menemukan permasalahan baru pada drainase (saluran air) di area SPBU yang kurang tepat dan tidak sesuai regulasi. Drainasenya total tertutup paving sehingga akan kesulitan kalau membersihkan saluran air tersebut. Ada miskomunikasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, terkait manhole. Pemilik SPBU mengajukan manhole 60×60 cm, sementara dari berkas BBPJN tertulis 1x 1,5 meter,” ujar Baktiono.

Politisi senior PDI-P ini mengatakan, setelah Komisi C berkoordinasi dengan Dinas PU dan DPRKP-CKTR, akhirnya diambil kesepakatan bersama, bahwa BBPJN akan merevisi dan disesuaikan dengan standar Pemkot Surabaya. “Standarnya ya sesuai dengan yang diajukan pemilik SPBU, yakni manholenya 60×60 cm yang bisa dibuka tutup dari bahan besi cor, “ungkap Baktiono.

Apa ada rencana memanggil BBPJN? Baktiono menegaskan, nanti Komisi C akan meminta revisi dan juga surat (dokumen) asli yang dikeluarkan BBPJN sebagai pembanding.

“Karena kalau ini langsung diganti oleh pemilik SPBU, sedangkan izin dari BBPJN masih tetap yang lama nanti menyalahi aturan. Makanya, BBPJN harus merevisi secepatnya dan pemilik akan menyesuaikan seperti yang sarankan Komisi C, yakni disesuaikan dengan standar Pemkot Surabaya,” ungkap dia.

Sementara itu, Alif Setyo, selaku Pejabat Pembuat Komitmen BBPJN Jatim-Bali dikonfirmasi terkait dasar BBPJN mengeluarkan izin mengatakan, jika pihaknya tidak mengeluarkan izin untuk memakan trotoar. “Ini sudah kita sampaikan di berita acara, bahwa di situ (lokasi SPBU) ada taman dan saluran air, sehingga pemilik harus koordinasi dengan dinas terkait di Pemkot Surabaya, ” tandas dia seraya menambahkan
DPRKP-CKTR memang tak mengeluarkan izin karena Jalan Ir Soekarno ini kewenangan dari jalan nasional.

Lebih jauh, Alif menuturkan, ketika pihaknya survei lokasi SPBU ada pernyataan bahwa harus ada mainhole per 10 meter. Namun, sampai detik ini pihaknya belum melihat adanya manhole seperti yang direkomendasikan.

“Mungkin ini juga mis dari kami, melalui gambar detail manholenya belum kita lihat. Namun secara sketsa di situ ada manhole,” tutur dia.

Sementara pemilik SPBU Steven Astono mengklaim semua perizinan pembangunan SPBU sudah lengkap.
“Tadi sudah diperiksa, semua izin saya lengkap. Untuk penebangan pohon kami ada izinnya dan sudah kami ganti di Kebun Bibit sesuai dengan rekomendasi Dinas Pertamanan. Ini ada buktinya,”jelas dia.

Terkait drainase, lanjut dia, pihaknya sudah mengikuti sesuai skema yang diberikan BBPJN pada awal perencanaan pembangunan dan sementara ini menunggu revisi dari BBPJN.

“Nanti kita akomodir dan kita buka. Awal Izinnya, gambarnya ya seperti itu. Sekarang atas permintaan anggota dewan akan kita ubah dan kita betulkan. Ya, kita tunggu revisi dari BBPJN. Karena kalau tak ikuti gambar nanti kita salah,” tandas dia.

Soal rencana operasional SPBU, Steven mengaku belum tahu. Karena saat ini masih dalam tahap finishing. “Ya, kita lihat saja nanti, ” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Ditolak Dewan, Pemkot Bakal Bangun Trem tidak Menggunakan APBD

RedaksiKBID

Pecah Ban, Pikap Muat Ikan Terguling di Tol Porong

RedaksiKBID

Kerangka Dua Korban Longsor Setahun Lalu Baru Ditemukan

RedaksiKBID