
KAMPUNGBERITA.ID-Kota Surabaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jatim 2027 yang direncanakan berlangsung Juni.
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta menilai olahraga multievent ini dipastikan dihadiri ribuan atlet dan suporter dari 38 kabupaten/kota di Jatim. Peluang ini harus dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. “Event-event olahraga seperti ini pasti akan memicu pergerakan ekonomi di Kota Surabaya. Pada Porprov nanti mungkin ada ribuan atlet yang datang ke Surabaya termasuk suporter-suporternya,”ujar Yuga, Kamis (15/10/2026).
Untuk itu, dia mendorong Pemkot Surabaya segera melakukan pemberdayaan Usaha amikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terutama di venue-venue yang tersebar di seluruh penjuru Surabaya.
“Peluang ini harus dimanfaatkan oleh Pemkot untuk melakukan pemberdayaan UMKM terutama di venue-venue tempat digelarnya pertandingan-pertandingan. Ini harus melibatkan teman-teman UMKM yang ada Kota Surabaya,”ungkap dia.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini juga meminta Pemkot segera melakukan sosialisasi agar UMKM siap saat hari H-nya.
“Saya harap mulai sekarang mumpung mungkin masih ada waktu Pemkot segera melakukan sosialisasi terhadap teman-teman UMKM. Jadi, ketika nanti hari-H-nya, ketika dibutuhkan persyaratan-persyaratan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) atau apa yang bisa mengikuti atau mengisi slot UMKM di venue-venue, masyarakat sudah siap. Kita harus melihat potensi sebuah event,”tegas dia.
Bagi Yuga, Porprov bukan hanya soal prestasi olahraga saja, tetapi juga prestasi untuk bagaimana Pemkot Surabaya menggerakkan ekonomi kerakyatan di Kota Surabaya. Mengingat Porprov nanti akan diikuti ribuan atlet dari seluruh Jatim.
Ditanya potensi UMKM selain kuliner yang bisa diberdayakan di arena Porprov, Yuga mencontohkan pengalamannya saat menjadi Manajer Tim Sepak Bola Porprov Surabaya di Malang. Menurut dia, waktu itu, warga di luar Kota Malang butuh buah tangan atau oleh-oleh saat pulang ke daerah asalnya.
“Itu enggak harus kuliner aja. Waktu itu saya manajer cabor Sepak Bola, setelah final selesai para atlet ingin beli kaos dan lain-lain dari Malang. Nah, peluang seperti itu yang harus bisa ditangkap dan dimanfaatkan,”tandas dia.
Karena itu, Yuga menyarankan pengoptimalan pusat oleh-oleh milik Pemkot seperti Dekranasda di Siola dan MERR. Termasuk pengoptimalan informasi tentang adanya Dekranasda di Kota Surabaya yang di Siola. “Jadi, atlet-atlet diberitahu kalau buah tangan belinya di sini. Di sana tidak hanya kuliner, tapi juga merchandise dan lain-lain,” kata dia.
“Orang itu kalau keluar kota karena pencapaiannya ‘Wah, aku pernah ke kota ini.’ biasanya beli magnet di kulkas yang ada tulisan kota yang kita datangi. Ya, itu di Surabaya ada. Pokoknya yang harus digenjot merchandising juga tentang Kota Surabaya,” tambah dia.
Lebih jauh,
Yuga menekankan Surabaya harus “juara” di dua sisi saat jadi tuan rumah Porprov X Jatim 2027. “Kita pasti target juara ini karena kita tuan rumah. Tapi tetap juaranya jangan hanya di olahraganya saja, tapi juga juara untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Ini sebuah peluang yang harus dilihat dan harus disiapkan. Enggak ujuk-ujuk langsung tanpa persiapan dan lain-lain,”tegas dia seraya menambahkan dengan persiapan yang matang dan pembinaan terhadap UMKM, maka ketika hari H bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan.
Terkait UMKM binaan PSI, Yuga menyatakan siap dilibatkan. “Oh ya kalau itu pasti. Pasti nanti saya minta tolong untuk ditempelkan. Jadi intinya UMKM binaan siapa pun tetap harus kita perjuangkan karena UMKM ini salah satu struktur paling kuat di Indonesia, terutama ekonomi kerakyatan ini,” pungkas dia. KBID-BE

