KampungBerita.id
Kampung Raya Peristiwa Surabaya Teranyar

Reses di Pakis Gunung, Tjutjuk Supariono Disambati Masalah BPJS PBI, Zonasi PPDB, dan Bansos

 

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Tjutjuk Supariono yang melakukan reses di Pakis Gunung didampingi Ketua DPD PSI Surabaya Erick Komala.@ KBID-2022

KAMPUNGBERITA.ID-Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (F-PSI), Tjutjuk Supariono yang menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2022 DPRD Kota Surabaya di Pakis Gunung Gang 1 Langgar, RT 12, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Rabu (18/5/2022) malam, banyak menerima keluhan dari warga terkait pelayanan publik.

Persoalan yang menjadi polemik di tengah masyarakat Pakis Gunung Gang 1 Langgar, RT 12 adalah sosialisasi BPJS PBI yang belum merata, beasiswa SMA/SMK yang belum diketahui masyarakat, zonasi PPDB, dan isu lama yakni bantuan sosial (bansos).

Tjutjuk Supariono menjelaskan kepada warga terkait kemudahan untuk kepengurusan BPJS PBI.
“Jangan khawatir, mengurus BPJS PBI untuk pengobatan gratis sangat mudah, apalagi semua terkover Pemkot Surabaya. Bapak-Ibu tinggal minta dilakukan pendataan oleh RT dan RW setempat agar segera ditindaklanjuti oleh pihak Kelurahan dan Kecamatan dI Kasi Kesra, “ujar Tjutjuk, Rabu (18/5/2022) malam.

Sementara soal zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) seperti yang dikeluhkan Ibu Chatty, bahwa anaknya daftar di SMPN 10 dan SMPN 46 tapi tergusur. Setelah itu, ikut pagu tambahan malah dimasukkan di SMPN 57 yang lokasinya jauh dari tempat tinggalnya.

Terkait ini, Tjujuk menjelaskan, jika DPRD Kota Surabaya akan memberikan win-win solution. Artinya, antara sekolah negeri dan swasta terdekat sama-sama terisi dengan jaminan kualitas belajar-mengajar setara negeri dan tidak ada yang membedakan.

“Terkait zonasi PPDB tak perlu khawatir karena memang kualitas pendidikan negeri atau pun swasta telah dijamin kualitasnya oleh pemerintah”, ungkap Tjutjuk.

Ketua Fraksi PSI ini juga mengusulkan kepada Pemkot Surabaya agar sekolah swasta paling terdekat di wilayah Pakis Gunung ini dinaikkan grade atau kualitasnya dibuat bagus, dan digratiskan melalui program mitra warga. Dengan begitu, tidak terjadi lagi ‘negeri minded’ pada warga.

“Ya harus bisalah digratiskan melalui program mitra warga. Namun kalau memang tidak ada sekolah swasta di sekitar sini, ya nanti kita usulkan kepada pemkot agar segera membangun SMPN baru terdekat di wilayah sini,” terang Tjujuk.

Namun dia juga tetap mengapresiasi Pemkot Surabaya karena melalui zonasi jalur prestasi tetap masih memberikanku yang kesempatan bagi para peserta didik bisa masuk ke SMPN sebagai sumber daya kanusia bibit unggul kelak.

Lebih dari itu, Tjutjuk juga mengusulkan agar fasilitas dan kualitas semua sekolah negeri dibuat sama. Dengan begitu diharapkan tidak ada lagi predikat sekolah favorit, sehingga saat penerimaan siswa baru tidak timbul masalah zonasi.

Sementara soal penerima bansos yang tidak merata, Tjutjuk mengaku masih banyak masyarakat yang kurang tahu dan bahkan belum menerimaku bansos. Parahnya, RT/RW kerap jadi sasaran fitnah.
“Saya perjelas lagi bahwa RT/RW tidak bisa menentukan siapa yang menerima atau tidak. Sebab, RT hanya mengirimkan data-data warga ke kelurahan, selanjutnya dikirim ke Dinas Sosial Kota Surabaya. Kemudian oleh Dinsos dikirim ke Kemensos RI. Menteri Sosial yang lama memakai data lama, sehingga data yang keluar adalah orang yang meninggal, pindah rumah, dan punya mobil.”ungkap dia.

Jadi, lanjut dia bukan salah RT/RW. Karena Kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di RT 12 ini saja, tapi seluruh Indonesia.
Namun sejak Mensos dijabat Tri Rismaharini, lanjut dia, pendataan mulai diperbaiki.
Karena itu, bagi warga yang belum dapat bansos, Tjutjuk janji akan dibantu diinfokan ke Dinsos

“Tujuan kami turun agar dapat secara langsung mendengarkan aspirasi warga, agar dapat kami sampaikan ke Pemkot Surabaya secara langsung. Ini agar
keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia benar-benar bisa terwujud untuk kita semua,” pungkas Tjutjuk Supariono. KBID-BE

Related posts

80 orang Pelaku Perusakan di Situbobdo Diamankan, 22 Diantaranya Anak di Bawah Umur

RedaksiKBID

Lampaui Wewenang Pusat, Klaim Risma soal Surabaya Zona Hijau Dinilai Berlebihan

RedaksiKBID

Wawali Whisnu Sakti Berempati Peserta Jambore Anak Indonesia asal Surabaya

RedaksiKBID