
KAMPUNGBERITA.ID – Sudah seminggu lebih warga yang berdomisili di lima kecamatan Kabupaten Lamongan dikepung banjir. Sejumlah warga seperti di Kalitengah, Turi, Glagah, Deket dan Karangbinangun tetap bertahan meski tempat tinggal mereka digenangi air.
Diketahui, banjir terjadi akibat luapan air sungai anak sungai Bengawanjero yang merendam sedikitnya 2.000 rumah lebih, serta ribuan hektare lahan tambak.
Pompa air yang diharapkan bisa mengurangi volume air, tak sebanding dengan kiriman air dari arah selatan serta, wilayah banjir sendiri, akibat curah hujan yang cukup tinggi.Tidak ada alternatif mengungsi, kecuali bertahan dalam kepungan banjir.
Ternak peliharaan yang kandangnya tenggelam, terpaksa hanya dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi, bahkan terpaksa memanfaatkan sebagian ruangan rumah mereka.
Ardianto, warga Tiwet Kalitengah terpaksa memanfaatkan salah satu kamar dari dua bangunan rumah miliknya untuk dipakai tempat menyelamatkan ayam dari bahaya banjir.
Meski aktivitas para korban banjir terganggu, warga tetap bertahan di lokasi. “Ngungsi meninggalkan rumah jelas tidak mungkin. Semuanya sama-sama kebanjiran,” kata Faizin warga lain.
Sementara itu, lantaran banjir sejumlah jalan terpaksa tidak bisa dilewati kendaraan. Seperti di Jalan Turi, Tiwet kini tertutup untuk kendaraan besar roda empat. KBID-LMG

